PEMANFAATAN DAN
PENGEMBANGAN KECERDASAN ARTIFICIAL
A. Konsep
Dasar Kecerdasan Artifisial Generatif
1.
Pengertian AI dan AI Generatif
Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) adalah
teknologi yang memungkinkan sistem komputer meniru kemampuan berpikir manusia,
seperti memahami informasi, menganalisis data, mengambil keputusan, dan
menyelesaikan masalah.
AI Generatif adalah jenis AI yang tidak hanya menganalisis data,
tetapi juga menciptakan atau menghasilkan konten baru berdasarkan
perintah (prompt) yang diberikan oleh pengguna. Konten tersebut dapat berupa
teks, gambar, audio, video, kode program, atau desain.
👉
Contoh sederhana:
Jika peserta didik meminta AI untuk membuat deskripsi produk, maka AI
akan menyusun teks baru berdasarkan pola data yang telah dipelajarinya.
2. Contoh AI
Generatif
AI generatif digunakan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan pekerjaan
dan pembelajaran, antara lain:
- AI Generatif Teks
- Membuat deskripsi produk
- Menyusun laporan proyek
- Memberi saran perbaikan rencana
usaha
Contoh: ChatGPT, Gemini, Copilot - AI Generatif Gambar
- Membuat desain produk
- Ilustrasi busana
- Mockup kemasan
Contoh: DALL·E, Midjourney, Canva AI - AI Generatif Presentasi
- Membuat slide presentasi otomatis
- Menyusun kerangka materi proyek
Contoh: Canva AI, Gamma, PowerPoint Copilot - AI Generatif Kode Program
- Membantu menulis kode sederhana
- Memberi contoh logika program
- Mengecek kesalahan kode
Contoh: GitHub Copilot, ChatGPT
3. Peran AI
dalam Perencanaan dan Pengembangan Produk/Jasa
Dalam konteks pembelajaran dan dunia kerja, AI berperan sebagai asisten
digital, bukan pengganti manusia.
Peran AI antara
lain:
- Membantu brainstorming ide produk/jasa
- Mengevaluasi rencana proyek
- Memberi masukan terhadap desain produk
- Membantu analisis kebutuhan konsumen
- Memberikan alternatif solusi pengembangan produk
Contoh
penerapan:
Peserta didik
membuat rencana proyek produk, lalu menggunakan AI untuk menilai kelebihan dan
kekurangannya sebelum produk dikembangkan lebih lanjut.
4. Kelebihan
dan Keterbatasan AI
(AI bukan
sumber kebenaran mutlak)
Kelebihan AI
- Memproses informasi dengan cepat
- Memberikan banyak alternatif ide
- Membantu belajar mandiri
- Meningkatkan efisiensi perencanaan proyek
- Mendukung kreativitas peserta didik
Keterbatasan
AI
- Informasi bisa tidak akurat atau bias
- Tidak memahami konteks lokal secara mendalam
- Tidak memiliki nilai moral dan empati
- Bergantung pada kualitas prompt pengguna
- Tidak dapat menggantikan keputusan manusia
👉
Oleh karena itu, hasil AI harus dianalisis secara kritis dan
dikombinasikan dengan pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai karakter
peserta didik.
Penegasan
Nilai Pembelajaran
AI adalah alat bantu pembelajaran dan kerja, bukan sumber
kebenaran mutlak.
Peserta didik perlu:
- Bersikap kritis
- Bertanggung jawab
- Menggunakan AI secara etis selaras dengan Profil
Lulusan (8 Dimensi).
B.
Pengenalan Prompt Engineering
1.
Pengertian Prompt dan Prompt Engineering
Prompt adalah perintah, instruksi, atau pertanyaan yang
diberikan kepada sistem AI untuk menghasilkan suatu keluaran (output). Prompt
dapat berupa kalimat singkat, pertanyaan, atau instruksi lengkap sesuai
kebutuhan pengguna.
Prompt
Engineering adalah keterampilan menyusun prompt secara tepat, jelas, dan
terstruktur agar AI menghasilkan output yang relevan, akurat, dan sesuai
tujuan.
👉
Dengan prompt engineering yang baik, pengguna dapat mengendalikan arah berpikir
AI dan memaksimalkan manfaatnya dalam pembelajaran maupun pengembangan proyek.
2. Fungsi
Prompt dalam Mengarahkan Output AI
Prompt berfungsi sebagai petunjuk utama bagi AI. Kualitas prompt
akan menentukan:
- Topik yang dibahas AI
- Sudut pandang jawaban AI
- Kedalaman dan detail informasi
- Bentuk output (teks, tabel, langkah-langkah,
ringkasan, dll.)
Fungsi utama
prompt:
- Mengarahkan fokus AI pada masalah tertentu
- Membatasi ruang lingkup jawaban
- Menentukan format hasil yang diinginkan
- Membantu AI menyesuaikan konteks proyek
Contoh:
“Jelaskan
desain produk” akan menghasilkan jawaban yang berbeda dengan
“Jelaskan desain produk tas sekolah ramah lingkungan untuk siswa SMK dalam
bentuk poin-poin.”
3. Hubungan
Kualitas Prompt dengan Kualitas Hasil AI
Hubungan antara
prompt dan hasil AI bersifat berbanding lurus:
- Prompt tidak jelas → hasil AI umum dan
kurang tepat
- Prompt jelas dan spesifik → hasil AI lebih
relevan dan mendalam
Prinsip utama:
Semakin baik
kualitas prompt, semakin baik pula kualitas output AI.
Oleh karena
itu, kemampuan menyusun prompt menjadi keterampilan penting dalam pemanfaatan
AI generatif.
Contoh
Perbandingan Prompt
1). Prompt
Sederhana vs Prompt Terstruktur
Prompt
Sederhana
“Buatkan
rencana proyek.”
Hasil:
Jawaban AI masih umum dan kurang sesuai kebutuhan.
Prompt
Terstruktur
“Buatkan
rencana proyek pembuatan produk tote bag ramah lingkungan untuk siswa SMK,
meliputi tujuan proyek, bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, dan estimasi
biaya.”
Hasil:
Jawaban AI lebih lengkap, sistematis, dan sesuai konteks proyek.
2). Prompt
Ambigu vs Prompt Spesifik
Prompt
Ambigu
“Apakah desain
ini bagus?”
Hasil:
AI sulit memberikan penilaian karena tidak jelas desain apa dan kriteria
penilaiannya.
Prompt
Spesifik
“Analisis
desain tas sekolah ini berdasarkan aspek fungsi, estetika, dan kenyamanan
pengguna siswa SMK, lalu berikan saran perbaikannya.”
Hasil:
AI memberikan analisis terarah dan masukan yang lebih bermanfaat.
Penekanan
Pembelajaran
Peserta didik
perlu memahami bahwa:
- AI tidak bekerja secara mandiri tanpa arahan
- Prompt adalah kunci utama dalam pemanfaatan AI
- Kualitas berpikir manusia tercermin dari kualitas
prompt yang dibuat
Dengan
demikian, prompt engineering melatih kemampuan berpikir kritis, sistematis,
dan komunikatif.
C. Struktur
Prompt Engineering yang Efektif
Prompt engineering yang efektif membutuhkan struktur yang jelas dan
lengkap agar AI dapat memberikan output sesuai tujuan. Struktur prompt yang
baik membantu AI memahami konteks, peran, tugas, serta batasan yang
diinginkan oleh pengguna.
Struktur yang
digunakan terdiri dari lima komponen utama, yaitu:
Context – Role – Task – Format Output – Constraints
1. Context
(Latar Belakang Proyek)
Context adalah informasi latar belakang yang menjelaskan situasi,
tujuan, dan kondisi proyek. Context membantu AI memahami permasalahan
secara utuh.
Isi context
dapat meliputi:
- Jenis proyek (produk/jasa)
- Sasaran pengguna
- Tujuan proyek
- Lingkup pembelajaran
Contoh
Context:
“Saya adalah
siswa SMK yang sedang mengerjakan proyek pembuatan tas sekolah ramah lingkungan
untuk remaja.”
Tanpa context
yang jelas, AI cenderung memberikan jawaban umum dan kurang relevan.
2. Role
(Peran AI yang Diminta)
Role adalah peran atau sudut pandang yang diminta kepada AI saat
menjawab prompt. Dengan menentukan role, pengguna dapat mengarahkan gaya
berpikir dan analisis AI.
Contoh role:
- Konsultan produk
- Desainer
- Analis pasar
- Guru pembimbing proyek
- Reviewer profesional
Contoh Role:
“Sebagai
seorang konsultan produk…”
Role membantu
AI memberikan jawaban yang lebih profesional dan sesuai kebutuhan proyek.
3. Task
(Tugas yang Harus Dilakukan AI)
Task adalah instruksi utama yang menjelaskan apa yang harus
dilakukan AI. Task harus ditulis dengan kata kerja yang jelas dan terukur.
Contoh kata
kerja task:
- Menganalisis
- Mengevaluasi
- Membandingkan
- Memberikan saran
- Menyusun rekomendasi
Contoh Task:
“Analisis rencana proyek pembuatan tas sekolah berdasarkan aspek
fungsi, desain, dan kelayakan pasar.”
Task yang jelas
akan menghasilkan output yang fokus dan sistematis.
4. Format
Output (Bentuk Jawaban)
Format Output menentukan bagaimana hasil jawaban AI disajikan.
Dengan format yang jelas, hasil AI lebih mudah dibaca dan dimanfaatkan.
Contoh format
output:
- Tabel
- Poin-poin
- Paragraf singkat
- Langkah-langkah
- Ringkasan dan rekomendasi
Contoh
Format Output:
“Berikan hasil
analisis dalam bentuk tabel.”
Format output
membantu peserta didik langsung menggunakan hasil AI sebagai bahan evaluasi
proyek.
5.
Constraints (Batasan/Kriteria)
Constraints adalah batasan atau ketentuan tambahan agar output
AI tetap sesuai kebutuhan dan tidak melebar.
Contoh
constraints:
- Jumlah poin atau paragraf
- Bahasa yang digunakan
- Tingkat kesulitan
- Fokus pada aspek tertentu
- Panjang jawaban
Contoh
Constraints:
“Gunakan bahasa
sederhana, maksimal 5 poin setiap aspek.”
Constraints
menjaga agar hasil AI tetap relevan dan mudah dipahami peserta didik.
Contoh
Prompt Lengkap Terstruktur
“Saya adalah
siswa SMK yang sedang mengerjakan proyek pembuatan tas sekolah ramah
lingkungan. Sebagai seorang konsultan produk, analisis rencana proyek tersebut
berdasarkan aspek fungsi, desain, dan kelayakan pasar, kemudian berikan masukan
dalam bentuk tabel, gunakan bahasa sederhana dan maksimal 5 poin pada setiap
aspek.”
Kesimpulan
Materi
Struktur prompt
engineering yang efektif:
✔ Membantu AI memahami kebutuhan pengguna
✔ Menghasilkan output lebih akurat dan terarah
✔ Melatih kemampuan berpikir kritis dan sistematis
✔ Mendukung evaluasi rencana proyek secara objektif
Prompt yang
baik mencerminkan pemahaman proyek dan kualitas berpikir peserta didik,
bukan sekadar kemampuan menggunakan AI.
D. Penerapan
Prompt Engineering untuk Evaluasi Proyek
Penerapan prompt engineering bertujuan menjadikan AI sebagai alat
bantu evaluasi terhadap rencana dan pengembangan proyek, bukan sebagai
penentu keputusan akhir. Peserta didik tetap berperan sebagai pengambil
keputusan utama berdasarkan analisis kritis.
1.
Menggunakan AI dalam Evaluasi Proyek
a.
Menggunakan AI untuk Mengevaluasi Rencana Proyek
AI dapat digunakan untuk menilai kelengkapan dan kelayakan rencana
proyek yang telah disusun peserta didik.
Aspek yang
dapat dievaluasi:
- Kejelasan tujuan proyek
- Kesesuaian langkah kerja
- Ketersediaan sumber daya
- Kelayakan waktu dan biaya
- Potensi kendala proyek
Contoh
Prompt:
“Sebagai
seorang konsultan proyek, evaluasi rencana proyek pembuatan seragam sekolah
ramah lingkungan berdasarkan tujuan, tahapan kerja, waktu pelaksanaan, dan
estimasi biaya. Berikan masukan perbaikan dalam bentuk poin-poin.”
b.
Menggunakan AI untuk Mengkaji Desain Produk/Jasa
AI dapat membantu memberikan sudut pandang tambahan terhadap desain
produk atau jasa yang dirancang peserta didik.
Aspek kajian
desain:
- Fungsi dan kegunaan
- Estetika dan kenyamanan
- Kesesuaian dengan kebutuhan pengguna
- Keunikan dan inovasi
Contoh
Prompt:
“Sebagai
seorang desainer produk, kaji desain tas sekolah ini berdasarkan fungsi,
estetika, dan kenyamanan pengguna siswa SMK, lalu berikan saran
pengembangannya.”
c.
Menggunakan AI untuk Memberi Umpan Balik Pengembangan Produk
AI juga dapat digunakan untuk memberikan umpan balik (feedback)
sebagai bahan refleksi dan perbaikan produk atau jasa.
Umpan balik
meliputi:
- Kelebihan produk
- Kekurangan produk
- Rekomendasi pengembangan
- Alternatif solusi
Contoh
Prompt:
“Sebagai
reviewer produk, berikan umpan balik terhadap pengembangan produk ini dengan
menyoroti kelebihan, kekurangan, dan rekomendasi perbaikan.”
2.
Membandingkan Evaluasi AI dengan Analisis Peserta Didik
Langkah penting dalam pembelajaran adalah membandingkan hasil
evaluasi AI dengan analisis peserta didik sendiri.
Langkah
pembelajaran:
1) Peserta didik melakukan analisis proyek secara mandiri/kelompok
2) Peserta didik menyusun prompt evaluasi menggunakan AI
3) Peserta didik mencatat hasil evaluasi AI
4) Peserta didik membandingkan:
- Bagian yang sama
- Bagian yang berbeda
- Masukan AI yang relevan
- Masukan AI yang kurang sesuai
5) Peserta didik menarik kesimpulan dan melakukan revisi proyek
👉
Proses ini melatih:
- Berpikir kritis
- Literasi digital
- Tanggung jawab akademik
- Pengambilan keputusan berbasis data
3. Studi
Kasus Penerapan Prompt Engineering
a. Studi
Kasus Proyek Produk Busana
Konteks:
Proyek pembuatan pakaian kerja atau busana kasual untuk remaja.
Penerapan
AI:
- Evaluasi desain busana
- Kesesuaian bahan
- Tren pasar
Contoh
Prompt:
“Sebagai
konsultan busana, evaluasi desain jaket remaja ini berdasarkan fungsi,
kenyamanan, tren pasar, dan biaya produksi, lalu berikan saran perbaikannya.”
b. Studi
Kasus Proyek Jasa Digital
Konteks:
Proyek pembuatan layanan desain grafis atau konten media sosial.
Penerapan
AI:
- Evaluasi konsep layanan
- Kejelasan target pengguna
- Nilai jual jasa
Contoh
Prompt:
“Sebagai analis
jasa digital, evaluasi rencana jasa desain konten media sosial ini berdasarkan
target pengguna, nilai jual, strategi layanan, dan peluang pasar.”
c. Studi
Kasus Proyek Produk Teknologi Sederhana
Konteks:
Proyek pembuatan alat teknologi sederhana (misalnya lampu otomatis, kipas
pintar, atau alat penyiram tanaman otomatis).
Penerapan
AI:
- Evaluasi fungsi alat
- Keamanan penggunaan
- Kelayakan pengembangan
Contoh
Prompt:
“Sebagai
konsultan teknologi, evaluasi proyek alat penyiram tanaman otomatis ini
berdasarkan fungsi, keamanan, efisiensi, dan kemungkinan pengembangan.”
Penegasan
Pembelajaran
Dalam penerapan
prompt engineering:
✔ AI berperan sebagai asisten evaluasi
✔ Keputusan akhir tetap pada peserta didik
✔ Hasil AI harus dianalisis secara kritis
✔ Etika dan tanggung jawab penggunaan AI harus
dijunjung tinggi
Dengan
demikian, peserta didik tidak hanya mahir menggunakan AI, tetapi juga mampu berpikir
reflektif, kreatif, dan bertanggung jawab.
E. Analisis
dan Refleksi Hasil AI
Setelah peserta didik menggunakan AI untuk mengevaluasi rencana,
desain, atau pengembangan proyek, langkah penting berikutnya adalah menganalisis
dan merefleksikan hasil keluaran AI. Tahap ini bertujuan agar peserta didik
tidak menerima hasil AI secara mentah, tetapi mampu menilai, menyaring,
dan memanfaatkannya secara bijak.
1. Menilai
Relevansi dan Akurasi Jawaban AI
Peserta didik
perlu mengecek apakah jawaban AI:
- Sesuai dengan tujuan proyek
- Relevan dengan konteks dan kebutuhan pengguna
- Logis dan masuk akal
- Selaras dengan materi pembelajaran
Langkah
penilaian:
- Membandingkan hasil AI dengan rencana proyek awal
- Mencocokkan dengan pengetahuan yang telah
dipelajari
- Mengecek kesesuaian dengan kondisi nyata
(lingkungan, biaya, alat)
Contoh
refleksi:
“Apakah saran
AI sesuai dengan kondisi sekolah dan kemampuan kami?”
2.
Mengidentifikasi Kekurangan dan Bias AI
AI bekerja berdasarkan data dan pola, sehingga memiliki keterbatasan
dan potensi bias.
Bentuk
kekurangan dan bias AI:
- Jawaban terlalu umum
- Tidak sesuai konteks lokal
- Asumsi yang tidak realistis
- Kurang mempertimbangkan nilai budaya atau kondisi
ekonomi
Peserta didik
perlu:
- Menandai bagian jawaban AI yang kurang tepat
- Mengkritisi saran yang tidak dapat diterapkan
- Tidak langsung mempercayai seluruh hasil AI
Contoh
pertanyaan kritis:
“Apakah saran
ini realistis jika diterapkan di lingkungan kami?”
3.
Menentukan Bagian yang Perlu Diperbaiki dari Proyek
Setelah dianalisis,
peserta didik menentukan bagian proyek yang perlu diperbaiki
berdasarkan:
- Masukan AI yang relevan
- Analisis peserta didik sendiri
- Diskusi kelompok dan bimbingan guru
Bagian proyek
yang dapat diperbaiki:
- Tujuan proyek
- Desain produk/jasa
- Pemilihan bahan atau alat
- Langkah kerja
- Strategi pengembangan
👉
Peserta didik belajar bahwa AI hanya memberi alternatif, sedangkan
keputusan perbaikan tetap berada di tangan manusia.
4.
Menggunakan Hasil AI sebagai Bahan Refleksi, Bukan Keputusan Akhir
Hasil AI
berfungsi sebagai:
- Bahan pembanding
- Sumber sudut pandang tambahan
- Pemicu diskusi dan refleksi
Prinsip
penting:
- AI tidak menggantikan peran manusia
- AI tidak memiliki nilai moral dan tanggung jawab
- Keputusan akhir harus berdasarkan pertimbangan
logis dan etis
Contoh sikap
reflektif:
“Kami
menggunakan saran AI sebagai referensi, lalu memutuskan solusi terbaik
berdasarkan kondisi nyata dan hasil diskusi kelompok.”
Penegasan
Nilai Pembelajaran
Melalui
analisis dan refleksi hasil AI, peserta didik dilatih untuk:
✔ Berpikir kritis
✔ Bertanggung jawab dalam mengambil keputusan
✔ Menghargai proses belajar
✔ Mengembangkan kemandirian dan kejujuran akademik
Hal ini sejalan
dengan Profil Lulusan (8 Dimensi), khususnya penalaran kritis dan
kewargaan.
F. Etika dan
Tanggung Jawab dalam Menggunakan AI
Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran dan proyek
harus dilakukan secara etis, jujur, dan bertanggung jawab. AI berfungsi
sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir, kreativitas, dan
tanggung jawab manusia.
1. Etika
Penggunaan AI dalam Pembelajaran dan Proyek
Etika penggunaan AI adalah seperangkat nilai dan aturan yang
mengarahkan peserta didik agar menggunakan AI secara bijak dan bertanggung
jawab.
Prinsip etika
penggunaan AI:
- Menggunakan AI untuk membantu belajar, bukan untuk
berbuat curang
- Memanfaatkan AI sebagai sumber ide dan evaluasi,
bukan hasil akhir
- Menghormati karya sendiri dan karya orang lain
- Menggunakan AI sesuai tujuan pembelajaran
Contoh
penerapan etis:
Peserta didik
menggunakan AI untuk mengevaluasi rencana proyek, lalu memperbaikinya
berdasarkan analisis dan diskusi kelompok.
2. Kejujuran
Akademik (Tidak Menyalin Mentah Hasil AI)
Kejujuran akademik merupakan sikap penting dalam pembelajaran berbasis
AI.
Bentuk
pelanggaran kejujuran akademik:
- Menyalin seluruh jawaban AI tanpa pemahaman
- Mengklaim hasil AI sebagai karya pribadi
- Tidak mencantumkan bahwa AI digunakan sebagai alat
bantu
Sikap jujur
dalam penggunaan AI:
- Mengolah kembali hasil AI dengan bahasa sendiri
- Mengombinasikan hasil AI dengan ide dan pemikiran
pribadi
- Mengakui penggunaan AI dalam proses pengerjaan
tugas
👉
Peserta didik bertanggung jawab atas hasil akhir, bukan AI.
3.
Perlindungan Data dan Privasi
Peserta didik harus memahami bahwa AI bekerja menggunakan data,
sehingga perlindungan data pribadi menjadi hal yang sangat penting.
Hal yang perlu
dijaga:
- Tidak memasukkan data pribadi (NIK, alamat, nomor
telepon)
- Tidak mengunggah dokumen rahasia
- Tidak menyebarkan data orang lain tanpa izin
- Menggunakan akun dan kata sandi secara aman
Contoh sikap
bertanggung jawab:
Menggunakan
data simulasi atau data umum saat mengerjakan proyek berbasis AI.
4. Sikap
Kritis dan Bertanggung Jawab (Profil Lulusan – 8 Dimensi)
Penggunaan AI harus mencerminkan Profil Lulusan dengan 8 Dimensi,
sebagai berikut:
- Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME
Menggunakan AI secara jujur dan tidak merugikan orang lain. - Kewargaan
Mematuhi aturan, hukum, dan norma dalam pemanfaatan teknologi. - Penalaran Kritis
Menganalisis dan mengevaluasi hasil AI, tidak menerimanya mentah-mentah. - Kreativitas
Mengembangkan ide sendiri dengan bantuan AI sebagai pendukung. - Kolaborasi
Menggunakan AI untuk mendukung kerja kelompok, bukan menggantikan peran anggota. - Kemandirian
Tetap berinisiatif dan bertanggung jawab atas keputusan proyek. - Kesehatan dan Keselamatan
Menggunakan teknologi secara seimbang dan tidak berlebihan. - Komunikasi
Menyampaikan ide dan hasil proyek secara jelas, jujur, dan etis.
Penegasan
Pembelajaran
Dalam
penggunaan AI, peserta didik diharapkan:
✔ Menjunjung etika dan kejujuran
✔ Melindungi data dan privasi
✔ Bersikap kritis dan bertanggung jawab
✔ Menggunakan AI selaras dengan nilai karakter dan
Profil Lulusan
Dengan
demikian, AI menjadi sarana pembelajaran bermakna, bukan jalan pintas
yang menghilangkan proses belajar.
G. Praktik
Proyek (Project-Based Learning)
Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) menempatkan
peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Dalam praktik
ini, kecerdasan artifisial (AI) dimanfaatkan sebagai alat bantu evaluasi dan
refleksi, bukan sebagai pengambil keputusan utama.
1. Tahapan
Praktik Proyek Berbasis AI
a.
Penyusunan Rencana Proyek Produk/Jasa
Pada tahap awal, peserta didik menyusun rencana proyek secara
mandiri atau berkelompok berdasarkan kompetensi keahlian.
Rencana proyek
memuat:
- Judul dan tujuan proyek
- Jenis produk/jasa yang dikembangkan
- Sasaran pengguna
- Alat dan bahan
- Langkah kerja
- Perkiraan waktu dan biaya
👉
Tahap ini melatih kemampuan perencanaan, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
b.
Penyusunan Prompt Evaluasi Menggunakan AI
Setelah rencana proyek selesai, peserta didik menyusun prompt
evaluasi dengan struktur prompt engineering yang efektif.
Komponen
prompt:
- Context (latar belakang proyek)
- Role (peran AI)
- Task (tugas evaluasi)
- Format output
- Constraints
Contoh
aktivitas:
Peserta didik
menyusun prompt untuk meminta AI mengevaluasi rencana atau desain proyek
berdasarkan kriteria tertentu.
👉
Tahap ini melatih berpikir kritis, komunikasi, dan literasi digital.
c. Analisis
Hasil Keluaran AI
Peserta didik
menganalisis hasil evaluasi yang diberikan AI dengan cara:
- Menilai relevansi dan akurasi jawaban AI
- Mengidentifikasi saran yang dapat diterapkan
- Menandai masukan yang kurang sesuai dengan kondisi
nyata
- Membandingkan hasil AI dengan analisis peserta
didik
👉
Tahap ini menumbuhkan sikap kritis dan tanggung jawab akademik.
d. Revisi
Rencana atau Desain Proyek
Berdasarkan
hasil analisis dan diskusi, peserta didik melakukan revisi rencana atau
desain proyek.
Revisi dapat
mencakup:
- Perbaikan tujuan proyek
- Penyempurnaan desain produk/jasa
- Penyesuaian bahan, alat, atau langkah kerja
- Strategi pengembangan yang lebih realistis
👉
Keputusan revisi diambil oleh peserta didik, bukan oleh AI.
2. Produk
Akhir Praktik Proyek
a. Dokumen
Prompt Engineering
Berisi:
- Prompt awal yang disusun peserta didik
- Struktur prompt
(Context–Role–Task–Format–Constraints)
- Alasan pemilihan prompt
- Revisi prompt (jika ada)
Dokumen ini
menunjukkan kemampuan berpikir sistematis dan komunikasi efektif.
b. Laporan
Evaluasi Berbasis AI
Berisi:
- Ringkasan rencana proyek
- Hasil evaluasi dari AI
- Analisis kritis peserta didik terhadap hasil AI
- Keputusan perbaikan proyek
Laporan ini
menekankan proses analisis, bukan sekadar hasil akhir.
c. Refleksi
Pemahaman Peserta Didik
Refleksi
berisi:
- Pengalaman menggunakan AI dalam proyek
- Hal yang dipelajari tentang prompt engineering
- Manfaat dan keterbatasan AI
- Sikap etis dan tanggung jawab dalam penggunaan AI
Contoh
refleksi:
“AI membantu
kami melihat kekurangan rencana proyek, tetapi keputusan perbaikan tetap kami
tentukan sendiri.”
Penegasan
Pembelajaran
Melalui praktik
proyek berbasis AI, peserta didik:
✔ Mampu merencanakan dan mengevaluasi proyek
✔ Terampil menyusun prompt engineering
✔ Bersikap kritis terhadap hasil AI
✔ Bertanggung jawab atas keputusan proyek
✔ Mengembangkan karakter dan kompetensi abad 21
Pembelajaran
ini selaras dengan Profil Lulusan (8 Dimensi) dan kebutuhan dunia kerja.