Minggu, 29 Maret 2026

KKA 6 PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN KECERDASAN ARTIFICIAL

 

PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN KECERDASAN ARTIFICIAL

 

A. Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial Generatif

1. Pengertian AI dan AI Generatif

Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) adalah teknologi yang memungkinkan sistem komputer meniru kemampuan berpikir manusia, seperti memahami informasi, menganalisis data, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah.

AI Generatif adalah jenis AI yang tidak hanya menganalisis data, tetapi juga menciptakan atau menghasilkan konten baru berdasarkan perintah (prompt) yang diberikan oleh pengguna. Konten tersebut dapat berupa teks, gambar, audio, video, kode program, atau desain.

👉 Contoh sederhana:
Jika peserta didik meminta AI untuk membuat deskripsi produk, maka AI akan menyusun teks baru berdasarkan pola data yang telah dipelajarinya.

 

2. Contoh AI Generatif

AI generatif digunakan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan pekerjaan dan pembelajaran, antara lain:

  1. AI Generatif Teks
    • Membuat deskripsi produk
    • Menyusun laporan proyek
    • Memberi saran perbaikan rencana usaha
      Contoh: ChatGPT, Gemini, Copilot
  2. AI Generatif Gambar
    • Membuat desain produk
    • Ilustrasi busana
    • Mockup kemasan
      Contoh: DALL·E, Midjourney, Canva AI
  3. AI Generatif Presentasi
    • Membuat slide presentasi otomatis
    • Menyusun kerangka materi proyek
      Contoh: Canva AI, Gamma, PowerPoint Copilot
  4. AI Generatif Kode Program
    • Membantu menulis kode sederhana
    • Memberi contoh logika program
    • Mengecek kesalahan kode
      Contoh: GitHub Copilot, ChatGPT

 

3. Peran AI dalam Perencanaan dan Pengembangan Produk/Jasa

Dalam konteks pembelajaran dan dunia kerja, AI berperan sebagai asisten digital, bukan pengganti manusia.

Peran AI antara lain:

  • Membantu brainstorming ide produk/jasa
  • Mengevaluasi rencana proyek
  • Memberi masukan terhadap desain produk
  • Membantu analisis kebutuhan konsumen
  • Memberikan alternatif solusi pengembangan produk

Contoh penerapan:

Peserta didik membuat rencana proyek produk, lalu menggunakan AI untuk menilai kelebihan dan kekurangannya sebelum produk dikembangkan lebih lanjut.

 

4. Kelebihan dan Keterbatasan AI

(AI bukan sumber kebenaran mutlak)

Kelebihan AI

  • Memproses informasi dengan cepat
  • Memberikan banyak alternatif ide
  • Membantu belajar mandiri
  • Meningkatkan efisiensi perencanaan proyek
  • Mendukung kreativitas peserta didik

Keterbatasan AI

  • Informasi bisa tidak akurat atau bias
  • Tidak memahami konteks lokal secara mendalam
  • Tidak memiliki nilai moral dan empati
  • Bergantung pada kualitas prompt pengguna
  • Tidak dapat menggantikan keputusan manusia

👉 Oleh karena itu, hasil AI harus dianalisis secara kritis dan dikombinasikan dengan pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai karakter peserta didik.

 

Penegasan Nilai Pembelajaran

AI adalah alat bantu pembelajaran dan kerja, bukan sumber kebenaran mutlak.
Peserta didik perlu:

  • Bersikap kritis
  • Bertanggung jawab
  • Menggunakan AI secara etis selaras dengan Profil Lulusan (8 Dimensi).

 

B. Pengenalan Prompt Engineering

1. Pengertian Prompt dan Prompt Engineering

Prompt adalah perintah, instruksi, atau pertanyaan yang diberikan kepada sistem AI untuk menghasilkan suatu keluaran (output). Prompt dapat berupa kalimat singkat, pertanyaan, atau instruksi lengkap sesuai kebutuhan pengguna.

Prompt Engineering adalah keterampilan menyusun prompt secara tepat, jelas, dan terstruktur agar AI menghasilkan output yang relevan, akurat, dan sesuai tujuan.

👉 Dengan prompt engineering yang baik, pengguna dapat mengendalikan arah berpikir AI dan memaksimalkan manfaatnya dalam pembelajaran maupun pengembangan proyek.

 

2. Fungsi Prompt dalam Mengarahkan Output AI

Prompt berfungsi sebagai petunjuk utama bagi AI. Kualitas prompt akan menentukan:

  • Topik yang dibahas AI
  • Sudut pandang jawaban AI
  • Kedalaman dan detail informasi
  • Bentuk output (teks, tabel, langkah-langkah, ringkasan, dll.)

Fungsi utama prompt:

  1. Mengarahkan fokus AI pada masalah tertentu
  2. Membatasi ruang lingkup jawaban
  3. Menentukan format hasil yang diinginkan
  4. Membantu AI menyesuaikan konteks proyek

Contoh:

“Jelaskan desain produk” akan menghasilkan jawaban yang berbeda dengan
“Jelaskan desain produk tas sekolah ramah lingkungan untuk siswa SMK dalam bentuk poin-poin.”

 

3. Hubungan Kualitas Prompt dengan Kualitas Hasil AI

Hubungan antara prompt dan hasil AI bersifat berbanding lurus:

  • Prompt tidak jelas → hasil AI umum dan kurang tepat
  • Prompt jelas dan spesifik → hasil AI lebih relevan dan mendalam

Prinsip utama:

Semakin baik kualitas prompt, semakin baik pula kualitas output AI.

Oleh karena itu, kemampuan menyusun prompt menjadi keterampilan penting dalam pemanfaatan AI generatif.

Contoh Perbandingan Prompt

1). Prompt Sederhana vs Prompt Terstruktur

Prompt Sederhana

“Buatkan rencana proyek.”

Hasil:
Jawaban AI masih umum dan kurang sesuai kebutuhan.

Prompt Terstruktur

“Buatkan rencana proyek pembuatan produk tote bag ramah lingkungan untuk siswa SMK, meliputi tujuan proyek, bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, dan estimasi biaya.”

Hasil:
Jawaban AI lebih lengkap, sistematis, dan sesuai konteks proyek.

2). Prompt Ambigu vs Prompt Spesifik

Prompt Ambigu

“Apakah desain ini bagus?”

Hasil:
AI sulit memberikan penilaian karena tidak jelas desain apa dan kriteria penilaiannya.

Prompt Spesifik

“Analisis desain tas sekolah ini berdasarkan aspek fungsi, estetika, dan kenyamanan pengguna siswa SMK, lalu berikan saran perbaikannya.”

Hasil:
AI memberikan analisis terarah dan masukan yang lebih bermanfaat.

Penekanan Pembelajaran

Peserta didik perlu memahami bahwa:

  • AI tidak bekerja secara mandiri tanpa arahan
  • Prompt adalah kunci utama dalam pemanfaatan AI
  • Kualitas berpikir manusia tercermin dari kualitas prompt yang dibuat

Dengan demikian, prompt engineering melatih kemampuan berpikir kritis, sistematis, dan komunikatif.

C. Struktur Prompt Engineering yang Efektif

Prompt engineering yang efektif membutuhkan struktur yang jelas dan lengkap agar AI dapat memberikan output sesuai tujuan. Struktur prompt yang baik membantu AI memahami konteks, peran, tugas, serta batasan yang diinginkan oleh pengguna.

Struktur yang digunakan terdiri dari lima komponen utama, yaitu:
Context – Role – Task – Format Output – Constraints

 

1. Context (Latar Belakang Proyek)

Context adalah informasi latar belakang yang menjelaskan situasi, tujuan, dan kondisi proyek. Context membantu AI memahami permasalahan secara utuh.

Isi context dapat meliputi:

  • Jenis proyek (produk/jasa)
  • Sasaran pengguna
  • Tujuan proyek
  • Lingkup pembelajaran

Contoh Context:

“Saya adalah siswa SMK yang sedang mengerjakan proyek pembuatan tas sekolah ramah lingkungan untuk remaja.”

Tanpa context yang jelas, AI cenderung memberikan jawaban umum dan kurang relevan.

 

2. Role (Peran AI yang Diminta)

Role adalah peran atau sudut pandang yang diminta kepada AI saat menjawab prompt. Dengan menentukan role, pengguna dapat mengarahkan gaya berpikir dan analisis AI.

Contoh role:

  • Konsultan produk
  • Desainer
  • Analis pasar
  • Guru pembimbing proyek
  • Reviewer profesional

Contoh Role:

“Sebagai seorang konsultan produk…”

Role membantu AI memberikan jawaban yang lebih profesional dan sesuai kebutuhan proyek.

 

3. Task (Tugas yang Harus Dilakukan AI)

Task adalah instruksi utama yang menjelaskan apa yang harus dilakukan AI. Task harus ditulis dengan kata kerja yang jelas dan terukur.

Contoh kata kerja task:

  • Menganalisis
  • Mengevaluasi
  • Membandingkan
  • Memberikan saran
  • Menyusun rekomendasi

Contoh Task:

“Analisis rencana proyek pembuatan tas sekolah berdasarkan aspek fungsi, desain, dan kelayakan pasar.”

Task yang jelas akan menghasilkan output yang fokus dan sistematis.

 

4. Format Output (Bentuk Jawaban)

Format Output menentukan bagaimana hasil jawaban AI disajikan. Dengan format yang jelas, hasil AI lebih mudah dibaca dan dimanfaatkan.

Contoh format output:

  • Tabel
  • Poin-poin
  • Paragraf singkat
  • Langkah-langkah
  • Ringkasan dan rekomendasi

Contoh Format Output:

“Berikan hasil analisis dalam bentuk tabel.”

Format output membantu peserta didik langsung menggunakan hasil AI sebagai bahan evaluasi proyek.

 

5. Constraints (Batasan/Kriteria)

Constraints adalah batasan atau ketentuan tambahan agar output AI tetap sesuai kebutuhan dan tidak melebar.

Contoh constraints:

  • Jumlah poin atau paragraf
  • Bahasa yang digunakan
  • Tingkat kesulitan
  • Fokus pada aspek tertentu
  • Panjang jawaban

Contoh Constraints:

“Gunakan bahasa sederhana, maksimal 5 poin setiap aspek.”

Constraints menjaga agar hasil AI tetap relevan dan mudah dipahami peserta didik.

 

Contoh Prompt Lengkap Terstruktur

“Saya adalah siswa SMK yang sedang mengerjakan proyek pembuatan tas sekolah ramah lingkungan. Sebagai seorang konsultan produk, analisis rencana proyek tersebut berdasarkan aspek fungsi, desain, dan kelayakan pasar, kemudian berikan masukan dalam bentuk tabel, gunakan bahasa sederhana dan maksimal 5 poin pada setiap aspek.”

 

Kesimpulan Materi

Struktur prompt engineering yang efektif:
Membantu AI memahami kebutuhan pengguna
Menghasilkan output lebih akurat dan terarah
Melatih kemampuan berpikir kritis dan sistematis
Mendukung evaluasi rencana proyek secara objektif

Prompt yang baik mencerminkan pemahaman proyek dan kualitas berpikir peserta didik, bukan sekadar kemampuan menggunakan AI.

 

D. Penerapan Prompt Engineering untuk Evaluasi Proyek

Penerapan prompt engineering bertujuan menjadikan AI sebagai alat bantu evaluasi terhadap rencana dan pengembangan proyek, bukan sebagai penentu keputusan akhir. Peserta didik tetap berperan sebagai pengambil keputusan utama berdasarkan analisis kritis.

 

1. Menggunakan AI dalam Evaluasi Proyek

a. Menggunakan AI untuk Mengevaluasi Rencana Proyek

AI dapat digunakan untuk menilai kelengkapan dan kelayakan rencana proyek yang telah disusun peserta didik.

Aspek yang dapat dievaluasi:

  • Kejelasan tujuan proyek
  • Kesesuaian langkah kerja
  • Ketersediaan sumber daya
  • Kelayakan waktu dan biaya
  • Potensi kendala proyek

Contoh Prompt:

“Sebagai seorang konsultan proyek, evaluasi rencana proyek pembuatan seragam sekolah ramah lingkungan berdasarkan tujuan, tahapan kerja, waktu pelaksanaan, dan estimasi biaya. Berikan masukan perbaikan dalam bentuk poin-poin.”

 

b. Menggunakan AI untuk Mengkaji Desain Produk/Jasa

AI dapat membantu memberikan sudut pandang tambahan terhadap desain produk atau jasa yang dirancang peserta didik.

Aspek kajian desain:

  • Fungsi dan kegunaan
  • Estetika dan kenyamanan
  • Kesesuaian dengan kebutuhan pengguna
  • Keunikan dan inovasi

 

 

Contoh Prompt:

“Sebagai seorang desainer produk, kaji desain tas sekolah ini berdasarkan fungsi, estetika, dan kenyamanan pengguna siswa SMK, lalu berikan saran pengembangannya.”

 

c. Menggunakan AI untuk Memberi Umpan Balik Pengembangan Produk

AI juga dapat digunakan untuk memberikan umpan balik (feedback) sebagai bahan refleksi dan perbaikan produk atau jasa.

Umpan balik meliputi:

  • Kelebihan produk
  • Kekurangan produk
  • Rekomendasi pengembangan
  • Alternatif solusi

Contoh Prompt:

“Sebagai reviewer produk, berikan umpan balik terhadap pengembangan produk ini dengan menyoroti kelebihan, kekurangan, dan rekomendasi perbaikan.”

 

2. Membandingkan Evaluasi AI dengan Analisis Peserta Didik

Langkah penting dalam pembelajaran adalah membandingkan hasil evaluasi AI dengan analisis peserta didik sendiri.

Langkah pembelajaran:

1)      Peserta didik melakukan analisis proyek secara mandiri/kelompok

2)      Peserta didik menyusun prompt evaluasi menggunakan AI

3)      Peserta didik mencatat hasil evaluasi AI

4)      Peserta didik membandingkan:

    • Bagian yang sama
    • Bagian yang berbeda
    • Masukan AI yang relevan
    • Masukan AI yang kurang sesuai

5)      Peserta didik menarik kesimpulan dan melakukan revisi proyek

👉 Proses ini melatih:

  • Berpikir kritis
  • Literasi digital
  • Tanggung jawab akademik
  • Pengambilan keputusan berbasis data

 

3. Studi Kasus Penerapan Prompt Engineering

a. Studi Kasus Proyek Produk Busana

Konteks:
Proyek pembuatan pakaian kerja atau busana kasual untuk remaja.

Penerapan AI:

  • Evaluasi desain busana
  • Kesesuaian bahan
  • Tren pasar

Contoh Prompt:

“Sebagai konsultan busana, evaluasi desain jaket remaja ini berdasarkan fungsi, kenyamanan, tren pasar, dan biaya produksi, lalu berikan saran perbaikannya.”

 

b. Studi Kasus Proyek Jasa Digital

Konteks:
Proyek pembuatan layanan desain grafis atau konten media sosial.

Penerapan AI:

  • Evaluasi konsep layanan
  • Kejelasan target pengguna
  • Nilai jual jasa

Contoh Prompt:

“Sebagai analis jasa digital, evaluasi rencana jasa desain konten media sosial ini berdasarkan target pengguna, nilai jual, strategi layanan, dan peluang pasar.”

c. Studi Kasus Proyek Produk Teknologi Sederhana

 

Konteks:
Proyek pembuatan alat teknologi sederhana (misalnya lampu otomatis, kipas pintar, atau alat penyiram tanaman otomatis).

Penerapan AI:

  • Evaluasi fungsi alat
  • Keamanan penggunaan
  • Kelayakan pengembangan

Contoh Prompt:

“Sebagai konsultan teknologi, evaluasi proyek alat penyiram tanaman otomatis ini berdasarkan fungsi, keamanan, efisiensi, dan kemungkinan pengembangan.”

 

Penegasan Pembelajaran

Dalam penerapan prompt engineering:
AI berperan sebagai asisten evaluasi
Keputusan akhir tetap pada peserta didik
Hasil AI harus dianalisis secara kritis
Etika dan tanggung jawab penggunaan AI harus dijunjung tinggi

Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mahir menggunakan AI, tetapi juga mampu berpikir reflektif, kreatif, dan bertanggung jawab.

 

 

E. Analisis dan Refleksi Hasil AI

Setelah peserta didik menggunakan AI untuk mengevaluasi rencana, desain, atau pengembangan proyek, langkah penting berikutnya adalah menganalisis dan merefleksikan hasil keluaran AI. Tahap ini bertujuan agar peserta didik tidak menerima hasil AI secara mentah, tetapi mampu menilai, menyaring, dan memanfaatkannya secara bijak.

 

1. Menilai Relevansi dan Akurasi Jawaban AI

Peserta didik perlu mengecek apakah jawaban AI:

  • Sesuai dengan tujuan proyek
  • Relevan dengan konteks dan kebutuhan pengguna
  • Logis dan masuk akal
  • Selaras dengan materi pembelajaran

Langkah penilaian:

  • Membandingkan hasil AI dengan rencana proyek awal
  • Mencocokkan dengan pengetahuan yang telah dipelajari
  • Mengecek kesesuaian dengan kondisi nyata (lingkungan, biaya, alat)

Contoh refleksi:

“Apakah saran AI sesuai dengan kondisi sekolah dan kemampuan kami?”

 

2. Mengidentifikasi Kekurangan dan Bias AI

AI bekerja berdasarkan data dan pola, sehingga memiliki keterbatasan dan potensi bias.

Bentuk kekurangan dan bias AI:

  • Jawaban terlalu umum
  • Tidak sesuai konteks lokal
  • Asumsi yang tidak realistis
  • Kurang mempertimbangkan nilai budaya atau kondisi ekonomi

 

Peserta didik perlu:

  • Menandai bagian jawaban AI yang kurang tepat
  • Mengkritisi saran yang tidak dapat diterapkan
  • Tidak langsung mempercayai seluruh hasil AI

Contoh pertanyaan kritis:

“Apakah saran ini realistis jika diterapkan di lingkungan kami?”

 

3. Menentukan Bagian yang Perlu Diperbaiki dari Proyek

Setelah dianalisis, peserta didik menentukan bagian proyek yang perlu diperbaiki berdasarkan:

  • Masukan AI yang relevan
  • Analisis peserta didik sendiri
  • Diskusi kelompok dan bimbingan guru

Bagian proyek yang dapat diperbaiki:

  • Tujuan proyek
  • Desain produk/jasa
  • Pemilihan bahan atau alat
  • Langkah kerja
  • Strategi pengembangan

👉 Peserta didik belajar bahwa AI hanya memberi alternatif, sedangkan keputusan perbaikan tetap berada di tangan manusia.

 

4. Menggunakan Hasil AI sebagai Bahan Refleksi, Bukan Keputusan Akhir

Hasil AI berfungsi sebagai:

  • Bahan pembanding
  • Sumber sudut pandang tambahan
  • Pemicu diskusi dan refleksi

Prinsip penting:

  • AI tidak menggantikan peran manusia
  • AI tidak memiliki nilai moral dan tanggung jawab
  • Keputusan akhir harus berdasarkan pertimbangan logis dan etis

Contoh sikap reflektif:

“Kami menggunakan saran AI sebagai referensi, lalu memutuskan solusi terbaik berdasarkan kondisi nyata dan hasil diskusi kelompok.”

 

Penegasan Nilai Pembelajaran

Melalui analisis dan refleksi hasil AI, peserta didik dilatih untuk:
Berpikir kritis
Bertanggung jawab dalam mengambil keputusan
Menghargai proses belajar
Mengembangkan kemandirian dan kejujuran akademik

Hal ini sejalan dengan Profil Lulusan (8 Dimensi), khususnya penalaran kritis dan kewargaan.

 

 

 

 

F. Etika dan Tanggung Jawab dalam Menggunakan AI

Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran dan proyek harus dilakukan secara etis, jujur, dan bertanggung jawab. AI berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir, kreativitas, dan tanggung jawab manusia.

1. Etika Penggunaan AI dalam Pembelajaran dan Proyek

Etika penggunaan AI adalah seperangkat nilai dan aturan yang mengarahkan peserta didik agar menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab.

Prinsip etika penggunaan AI:

  • Menggunakan AI untuk membantu belajar, bukan untuk berbuat curang
  • Memanfaatkan AI sebagai sumber ide dan evaluasi, bukan hasil akhir
  • Menghormati karya sendiri dan karya orang lain
  • Menggunakan AI sesuai tujuan pembelajaran

Contoh penerapan etis:

Peserta didik menggunakan AI untuk mengevaluasi rencana proyek, lalu memperbaikinya berdasarkan analisis dan diskusi kelompok.

 

2. Kejujuran Akademik (Tidak Menyalin Mentah Hasil AI)

Kejujuran akademik merupakan sikap penting dalam pembelajaran berbasis AI.

Bentuk pelanggaran kejujuran akademik:

  • Menyalin seluruh jawaban AI tanpa pemahaman
  • Mengklaim hasil AI sebagai karya pribadi
  • Tidak mencantumkan bahwa AI digunakan sebagai alat bantu

Sikap jujur dalam penggunaan AI:

  • Mengolah kembali hasil AI dengan bahasa sendiri
  • Mengombinasikan hasil AI dengan ide dan pemikiran pribadi
  • Mengakui penggunaan AI dalam proses pengerjaan tugas

👉 Peserta didik bertanggung jawab atas hasil akhir, bukan AI.



3. Perlindungan Data dan Privasi

Peserta didik harus memahami bahwa AI bekerja menggunakan data, sehingga perlindungan data pribadi menjadi hal yang sangat penting.

Hal yang perlu dijaga:

  • Tidak memasukkan data pribadi (NIK, alamat, nomor telepon)
  • Tidak mengunggah dokumen rahasia
  • Tidak menyebarkan data orang lain tanpa izin
  • Menggunakan akun dan kata sandi secara aman

Contoh sikap bertanggung jawab:

Menggunakan data simulasi atau data umum saat mengerjakan proyek berbasis AI.

4. Sikap Kritis dan Bertanggung Jawab (Profil Lulusan – 8 Dimensi)

Penggunaan AI harus mencerminkan Profil Lulusan dengan 8 Dimensi, sebagai berikut:

  1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME
    Menggunakan AI secara jujur dan tidak merugikan orang lain.
  2. Kewargaan
    Mematuhi aturan, hukum, dan norma dalam pemanfaatan teknologi.
  3. Penalaran Kritis
    Menganalisis dan mengevaluasi hasil AI, tidak menerimanya mentah-mentah.
  4. Kreativitas
    Mengembangkan ide sendiri dengan bantuan AI sebagai pendukung.
  5. Kolaborasi
    Menggunakan AI untuk mendukung kerja kelompok, bukan menggantikan peran anggota.
  6. Kemandirian
    Tetap berinisiatif dan bertanggung jawab atas keputusan proyek.
  7. Kesehatan dan Keselamatan
    Menggunakan teknologi secara seimbang dan tidak berlebihan.
  8. Komunikasi
    Menyampaikan ide dan hasil proyek secara jelas, jujur, dan etis.

Penegasan Pembelajaran

Dalam penggunaan AI, peserta didik diharapkan:
Menjunjung etika dan kejujuran
Melindungi data dan privasi
Bersikap kritis dan bertanggung jawab
Menggunakan AI selaras dengan nilai karakter dan Profil Lulusan

Dengan demikian, AI menjadi sarana pembelajaran bermakna, bukan jalan pintas yang menghilangkan proses belajar.

 

 

 

G. Praktik Proyek (Project-Based Learning)

Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Dalam praktik ini, kecerdasan artifisial (AI) dimanfaatkan sebagai alat bantu evaluasi dan refleksi, bukan sebagai pengambil keputusan utama.

 

1. Tahapan Praktik Proyek Berbasis AI

a. Penyusunan Rencana Proyek Produk/Jasa

Pada tahap awal, peserta didik menyusun rencana proyek secara mandiri atau berkelompok berdasarkan kompetensi keahlian.

Rencana proyek memuat:

  • Judul dan tujuan proyek
  • Jenis produk/jasa yang dikembangkan
  • Sasaran pengguna
  • Alat dan bahan
  • Langkah kerja
  • Perkiraan waktu dan biaya

👉 Tahap ini melatih kemampuan perencanaan, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

 

b. Penyusunan Prompt Evaluasi Menggunakan AI

Setelah rencana proyek selesai, peserta didik menyusun prompt evaluasi dengan struktur prompt engineering yang efektif.

Komponen prompt:

  • Context (latar belakang proyek)
  • Role (peran AI)
  • Task (tugas evaluasi)
  • Format output
  • Constraints

Contoh aktivitas:

Peserta didik menyusun prompt untuk meminta AI mengevaluasi rencana atau desain proyek berdasarkan kriteria tertentu.

👉 Tahap ini melatih berpikir kritis, komunikasi, dan literasi digital.

 

c. Analisis Hasil Keluaran AI

Peserta didik menganalisis hasil evaluasi yang diberikan AI dengan cara:

  • Menilai relevansi dan akurasi jawaban AI
  • Mengidentifikasi saran yang dapat diterapkan
  • Menandai masukan yang kurang sesuai dengan kondisi nyata
  • Membandingkan hasil AI dengan analisis peserta didik

👉 Tahap ini menumbuhkan sikap kritis dan tanggung jawab akademik.

 

d. Revisi Rencana atau Desain Proyek

Berdasarkan hasil analisis dan diskusi, peserta didik melakukan revisi rencana atau desain proyek.

Revisi dapat mencakup:

  • Perbaikan tujuan proyek
  • Penyempurnaan desain produk/jasa
  • Penyesuaian bahan, alat, atau langkah kerja
  • Strategi pengembangan yang lebih realistis

👉 Keputusan revisi diambil oleh peserta didik, bukan oleh AI.

 

2. Produk Akhir Praktik Proyek

a. Dokumen Prompt Engineering

Berisi:

  • Prompt awal yang disusun peserta didik
  • Struktur prompt (Context–Role–Task–Format–Constraints)
  • Alasan pemilihan prompt
  • Revisi prompt (jika ada)

Dokumen ini menunjukkan kemampuan berpikir sistematis dan komunikasi efektif.

 

b. Laporan Evaluasi Berbasis AI

Berisi:

  • Ringkasan rencana proyek
  • Hasil evaluasi dari AI
  • Analisis kritis peserta didik terhadap hasil AI
  • Keputusan perbaikan proyek

Laporan ini menekankan proses analisis, bukan sekadar hasil akhir.

 

 

c. Refleksi Pemahaman Peserta Didik

Refleksi berisi:

  • Pengalaman menggunakan AI dalam proyek
  • Hal yang dipelajari tentang prompt engineering
  • Manfaat dan keterbatasan AI
  • Sikap etis dan tanggung jawab dalam penggunaan AI

Contoh refleksi:

“AI membantu kami melihat kekurangan rencana proyek, tetapi keputusan perbaikan tetap kami tentukan sendiri.”

 

Penegasan Pembelajaran

Melalui praktik proyek berbasis AI, peserta didik:
Mampu merencanakan dan mengevaluasi proyek
Terampil menyusun prompt engineering
Bersikap kritis terhadap hasil AI
Bertanggung jawab atas keputusan proyek
Mengembangkan karakter dan kompetensi abad 21

Pembelajaran ini selaras dengan Profil Lulusan (8 Dimensi) dan kebutuhan dunia kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KKA 6 PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN KECERDASAN ARTIFICIAL

  PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN KECERDASAN ARTIFICIAL   A. Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial Generatif 1. Pengertian AI dan AI Generat...