PENGOLAHAN DATA DALAM BASIS DATA
A. Konsep Pengolahan
Data dalam Basis Data
1. Pengertian
Pengolahan Data
Pengolahan data
adalah serangkaian kegiatan untuk mengubah data mentah menjadi informasi
yang bermakna dan berguna.
Dalam konteks basis data, pengolahan data dilakukan menggunakan DBMS
agar data dapat disimpan, diolah, dicari, diperbarui, dan disajikan secara cepat,
akurat, dan terstruktur.
📌 Contoh:
Data nilai siswa (70, 80, 90) → diolah → informasi nilai rata-rata kelas.
2. Alur
Pengolahan Data
Pengolahan data
mengikuti alur berikut:
a. Data Mentah
Data mentah
adalah fakta awal yang belum diolah dan belum memiliki makna jelas.
Contoh:
- Nilai siswa: 80, 75, 90
- Nama siswa: Andi, Siti
- Tanggal: 10/09/2025
Data ini belum
dapat digunakan langsung untuk mengambil keputusan.
b. Proses
Proses adalah tahap
pengolahan data agar menjadi lebih bermakna.
Dalam basis data, proses dilakukan menggunakan:
- Query
- Perintah SQL
- Perhitungan dan penyaringan data
Contoh proses:
- Menghitung rata-rata nilai
- Mengurutkan data siswa
- Menyaring data siswa kelas X
c. Informasi
Informasi
adalah hasil dari pengolahan data yang sudah memiliki arti dan dapat
digunakan untuk pengambilan keputusan.
Contoh
informasi:
- Rata-rata nilai siswa kelas X adalah 82
- Andi memperoleh nilai tertinggi
- Jumlah siswa yang lulus ujian 95%
📌 Kesimpulan
alur:
Data mentah → Diproses → Menjadi informasi
3. Perbedaan
Pengolahan Data Manual dan Berbasis Basis Data
|
Aspek
|
Pengolahan
Data Manual
|
Pengolahan
Data Berbasis Basis Data
|
|
Media
|
Kertas /
catatan
|
Komputer dan
DBMS
|
|
Kecepatan
|
Lambat
|
Cepat
|
|
Ketelitian
|
Rentan
kesalahan
|
Lebih akurat
|
|
Penyimpanan
|
Tidak
terstruktur
|
Terstruktur
|
|
Keamanan
|
Mudah
rusak/hilang
|
Lebih aman
|
|
Akses
|
Terbatas
|
Bisa
multiuser
|
|
Skala data
|
Kecil
|
Besar
|
📌 Contoh:
- Manual: menghitung nilai siswa dengan
kalkulator
- Basis data: menghitung nilai otomatis
menggunakan query
4. Tujuan
Pengolahan Data dalam Sistem Informasi
Pengolahan data
dalam sistem informasi bertujuan untuk:
- Menghasilkan informasi yang akurat dan
relevan
Agar informasi dapat dipercaya dan digunakan dengan tepat.
- Mendukung pengambilan keputusan
Contoh: menentukan kelulusan siswa atau stok barang.
- Meningkatkan efisiensi kerja
Proses lebih cepat dan tidak berulang-ulang.
- Mengurangi kesalahan (human error)
Karena pengolahan dilakukan secara otomatis oleh sistem.
- Menjaga konsistensi dan keamanan data
Data dikelola secara terpusat dan memiliki kontrol akses.
- Menyediakan laporan yang sistematis
Informasi mudah dibaca, dipahami, dan dianalisis.
Kesimpulan
Konsep
pengolahan data dalam basis data menekankan bahwa data mentah harus diolah
melalui proses yang tepat agar menjadi informasi yang berguna. Dengan
bantuan basis data dan DBMS, pengolahan data menjadi lebih cepat, akurat,
aman, dan efisien, sehingga sangat penting dalam sistem informasi modern,
baik di sekolah, perkantoran, maupun industri.
B. Operasi
Dasar Pengolahan Data (CRUD)
Pengertian CRUD
CRUD adalah
singkatan dari Create, Read, Update, dan Delete, yaitu empat operasi
dasar yang digunakan untuk mengelola data dalam basis data.
Semua aktivitas pengolahan data dalam sistem informasi—baik sekolah,
perkantoran, maupun aplikasi digital—selalu melibatkan keempat operasi ini.
1. Create
(Menambahkan Data)
Pengertian
Create adalah
operasi untuk menambahkan data baru ke dalam tabel basis data.
Tujuan
- Menyimpan data baru agar dapat dikelola
- Memperbarui isi basis data secara
berkelanjutan
Contoh
Penerapan
📌 Menambah
data siswa baru:
- NIS: 003
- Nama: Budi
- Kelas: X
- Jurusan: RPL
Data tersebut
dimasukkan ke dalam tabel siswa sebagai record baru.
Ilustrasi SQL
INSERT INTO
siswa VALUES (003, 'Budi', 'X', 'RPL');
2. Read
(Menampilkan / Mencari Data)
Pengertian
Read adalah
operasi untuk menampilkan, membaca, atau mencari data yang tersimpan
dalam basis data tanpa mengubah isinya.
Tujuan
- Mengetahui isi data
- Menyajikan informasi
- Mendukung analisis dan keputusan
Contoh
Penerapan
📌 Menampilkan
data siswa kelas X:
- Sistem hanya menampilkan siswa yang berada
di kelas X
Ilustrasi SQL
SELECT * FROM
siswa WHERE kelas = 'X';
3. Update
(Mengubah Data)
Pengertian
Update adalah
operasi untuk mengubah atau memperbaiki data yang sudah ada di dalam
basis data.
Tujuan
- Memperbaiki kesalahan data
- Menyesuaikan data dengan kondisi terbaru
Contoh
Penerapan
📌 Mengubah
jurusan siswa:
- Siswa dengan NIS 003 awalnya jurusan AKL
- Diubah menjadi jurusan RPL
Ilustrasi SQL
UPDATE siswa
SET jurusan = 'RPL' WHERE nis = 003;
4. Delete
(Menghapus Data)
Pengertian
Delete adalah
operasi untuk menghapus data dari basis data yang sudah tidak diperlukan
lagi.
Tujuan
- Menghilangkan data yang tidak valid
- Menjaga keakuratan basis data
Contoh
Penerapan
📌 Menghapus
data siswa yang keluar sekolah:
- Data siswa dengan NIS 003 dihapus dari
tabel
Ilustrasi SQL
DELETE FROM
siswa WHERE nis = 003;
Ringkasan
Operasi CRUD
|
Operasi
|
Fungsi
|
Contoh
|
|
Create
|
Menambah data
|
Menambah data
siswa
|
|
Read
|
Menampilkan
data
|
Menampilkan
siswa kelas X
|
|
Update
|
Mengubah data
|
Mengubah
jurusan siswa
|
|
Delete
|
Menghapus
data
|
Menghapus
siswa keluar
|
Kesimpulan
CRUD merupakan dasar
utama dalam pengolahan data basis data. Tanpa keempat operasi ini, basis
data tidak dapat berfungsi secara optimal. Dengan memahami dan menerapkan CRUD,
pengguna dapat mengelola data secara efektif, akurat, dan sistematis,
serta menghasilkan informasi yang dibutuhkan dalam sistem informasi.
C. Pengolahan
Data Menggunakan SQL (DML)
Pengertian DML
(Data Manipulation Language)
DML adalah
bagian dari SQL (Structured Query Language) yang digunakan untuk mengelola
isi data dalam tabel basis data.
Perintah DML tidak mengubah struktur tabel, tetapi mengolah data yang ada di
dalamnya.
Perintah utama
DML meliputi:
- INSERT
- SELECT
- UPDATE
- DELETE
1. INSERT –
Menambah Data
Fungsi
Perintah INSERT
digunakan untuk menambahkan data baru ke dalam tabel.
Contoh Praktik
📌 Menambah data
siswa baru ke tabel siswa:
INSERT INTO
siswa (nis, nama, kelas, jurusan)
VALUES (004,
'Rina', 'X', 'AKL');
📌 Setelah
perintah dijalankan, satu record baru akan tersimpan dalam tabel.
2. SELECT –
Mengambil Data
Fungsi
Perintah SELECT
digunakan untuk menampilkan atau mengambil data dari tabel.
Contoh Praktik
Dasar
📌 Menampilkan
seluruh data siswa:
SELECT * FROM
siswa;
📌 Menampilkan
kolom tertentu saja:
SELECT nama,
kelas FROM siswa;
3. UPDATE –
Memperbarui Data
Fungsi
Perintah UPDATE
digunakan untuk mengubah data yang sudah ada dalam tabel.
Contoh Praktik
📌 Mengubah
jurusan siswa dengan NIS 004:
UPDATE siswa
SET jurusan =
'RPL'
WHERE nis =
004;
⚠️ Klausa
WHERE sangat penting agar perubahan hanya berlaku pada data tertentu.
4. DELETE –
Menghapus Data
Fungsi
Perintah DELETE
digunakan untuk menghapus data dari tabel.
Contoh Praktik
📌 Menghapus data
siswa yang keluar sekolah:
DELETE FROM
siswa
WHERE nis =
004;
⚠️ Tanpa WHERE,
semua data dalam tabel bisa terhapus.
Pengembangan
HOTS dalam Pengolahan Data SQL
Pengembangan Higher
Order Thinking Skills (HOTS) dilakukan dengan menganalisis kebutuhan
data dan menentukan query yang tepat.
1. Menampilkan
Data dengan Kondisi Tertentu
📌 Menampilkan
siswa kelas X jurusan RPL:
SELECT * FROM
siswa
WHERE kelas =
'X' AND jurusan = 'RPL';
➡️ Melatih
kemampuan analisis kondisi data.
2. Mengurutkan
Data
📌 Mengurutkan
data siswa berdasarkan nama (A–Z):
SELECT * FROM
siswa
ORDER BY nama
ASC;
📌 Mengurutkan
berdasarkan NIS dari terbesar ke terkecil:
SELECT * FROM
siswa
ORDER BY nis
DESC;
➡️ Melatih
kemampuan mengelola dan menyajikan data secara logis.
3. Menyaring
Data
📌 Menampilkan
siswa dengan NIS lebih dari 002:
SELECT * FROM
siswa
WHERE nis >
002;
📌 Menampilkan
siswa yang namanya diawali huruf “A”:
SELECT * FROM
siswa
WHERE nama LIKE
'A%';
➡️ Melatih
kemampuan menarik informasi spesifik dari kumpulan data besar.
Ringkasan
Perintah DML dan Fungsinya
|
Perintah
|
Fungsi
|
|
INSERT
|
Menambah data
|
|
SELECT
|
Menampilkan
data
|
|
UPDATE
|
Mengubah data
|
|
DELETE
|
Menghapus
data
|
|
WHERE
|
Memberi
kondisi
|
|
ORDER BY
|
Mengurutkan
data
|
|
LIKE
|
Menyaring
pola data
|
Kesimpulan
Pengolahan data
menggunakan SQL (DML) merupakan keterampilan inti dalam basis data.
Melalui praktik perintah INSERT, SELECT, UPDATE, dan DELETE, pengguna dapat
mengelola data secara efektif. Pengembangan HOTS dicapai dengan menentukan
kondisi, mengurutkan, dan menyaring data, sehingga siswa tidak hanya
menghafal perintah SQL, tetapi juga mampu menganalisis dan memecahkan
masalah nyata berbasis data.
D. Pengolahan
Data Menggunakan Query (Microsoft Access)
1. Pengertian
Query
Query dalam
Microsoft Access adalah perintah atau alat untuk mengambil, menyaring,
mengolah, dan memanipulasi data yang tersimpan dalam satu atau lebih tabel
basis data.
Query berfungsi
sebagai jembatan antara data mentah dan informasi, karena melalui query,
data dapat ditampilkan sesuai kebutuhan tanpa mengubah struktur tabel.
📌 Query
memungkinkan pengguna:
- Menampilkan data tertentu
- Menyaring data berdasarkan kriteria
- Mengubah atau menghapus data secara massal
- Mengolah data menjadi informasi yang
bermakna
2. Jenis-Jenis
Query dalam Microsoft Access
a. Select Query
Select Query digunakan
untuk menampilkan data dari tabel tanpa mengubah isinya.
📌 Kegunaan:
- Menampilkan seluruh data
- Menampilkan data tertentu
- Menyaring data berdasarkan kriteria
Contoh
penerapan:
- Menampilkan data siswa kelas X
- Menampilkan siswa jurusan RPL
➡️ Select Query
adalah jenis query paling sering digunakan.
b. Update Query
Update Query digunakan
untuk mengubah nilai data pada satu atau beberapa record sekaligus.
📌 Kegunaan:
- Memperbaiki kesalahan data
- Memperbarui data secara massal
Contoh
penerapan:
- Mengubah jurusan siswa
- Mengganti nama kelas
⚠️ Perubahan
bersifat permanen, sehingga harus digunakan dengan hati-hati.
c. Delete Query
Delete Query digunakan
untuk menghapus data yang memenuhi kriteria tertentu.
📌 Kegunaan:
- Menghapus data yang sudah tidak digunakan
- Membersihkan data tidak valid
Contoh
penerapan:
- Menghapus data siswa yang keluar sekolah
⚠️ Data yang
dihapus tidak dapat dikembalikan.
d. Parameter
Query
Parameter Query adalah query
yang meminta input dari pengguna saat dijalankan.
📌 Kegunaan:
- Menampilkan data berdasarkan input
tertentu
- Membuat query lebih fleksibel
Contoh
penerapan:
- Menampilkan data siswa berdasarkan kelas
yang dimasukkan pengguna
➡️ Parameter
Query meningkatkan interaksi pengguna dengan database.
3. Menggunakan
Query untuk Menyaring Data
Pengertian
Penyaringan Data
Penyaringan
data adalah proses menampilkan data tertentu sesuai kriteria yang ditentukan,
sehingga informasi yang diperoleh lebih fokus dan relevan.
Contoh
Penyaringan Data Menggunakan Query
📌 Menyaring data
siswa kelas X:
📌 Menyaring data
siswa jurusan RPL:
- Kriteria: Jurusan = "RPL"
📌 Menyaring data
berdasarkan input pengguna (Parameter Query):
📌 Menyaring data
berdasarkan lebih dari satu kriteria:
- Kelas = "X"
- Jurusan = "RPL"
Manfaat
Penyaringan Data dengan Query
- Mempercepat pencarian data
- Menghasilkan informasi yang lebih spesifik
- Mengurangi kesalahan dalam analisis data
- Mendukung pengambilan keputusan
4. Peran Query
dalam Pengolahan Data
Query berperan
penting dalam:
- Mengubah data mentah menjadi informasi
- Menyajikan data sesuai kebutuhan pengguna
- Meningkatkan efisiensi pengolahan data
- Mengurangi pekerjaan manual
5. Menggunakan
Query untuk Menghitung Jumlah Data dan Mengurutkan Data
Pengantar
Query tidak
hanya digunakan untuk menampilkan atau menyaring data, tetapi juga untuk mengolah
dan menganalisis data. Dua fungsi penting dalam pengolahan data adalah menghitung
jumlah data dan mengurutkan data, yang sangat berguna untuk
menghasilkan informasi dan mendukung pengambilan keputusan.
a. Menghitung
Jumlah Data Menggunakan Query
Pengertian
Menghitung
jumlah data adalah proses mengetahui banyaknya record yang memenuhi
kriteria tertentu dalam sebuah tabel.
Dalam Microsoft Access, perhitungan jumlah data dilakukan menggunakan fungsi
agregat, terutama COUNT.
Fungsi COUNT
Fungsi COUNT
digunakan untuk menghitung jumlah record pada suatu field atau tabel.
📌 Contoh
penerapan:
- Menghitung jumlah seluruh siswa
- Menghitung jumlah siswa per kelas
- Menghitung jumlah siswa jurusan tertentu
Contoh
Penggunaan Query
📌 Menghitung
jumlah seluruh data siswa:
- Query menampilkan total siswa dalam tabel
📌 Menghitung
jumlah siswa kelas X:
- Query menghitung record dengan kriteria
Kelas = "X"
📌 Menghitung
jumlah siswa jurusan RPL:
- Query menghitung record dengan kriteria
Jurusan = "RPL"
➡️ Hasil query
berupa angka yang menunjukkan jumlah data, bukan daftar siswa.
Manfaat
Menghitung Jumlah Data
- Mengetahui total data secara cepat
- Mendukung laporan statistik
- Membantu pengambilan keputusan
- Mengurangi perhitungan manual
b. Mengurutkan
Data Menggunakan Query
Pengertian
Mengurutkan
data adalah proses menyusun data berdasarkan urutan tertentu, baik menaik
(ascending) maupun menurun (descending).
Jenis Urutan
Data
- Ascending (A–Z / kecil ke besar)
- Descending (Z–A / besar ke kecil)
Contoh
Pengurutan Data Menggunakan Query
📌 Mengurutkan
data siswa berdasarkan nama (A–Z)
📌 Mengurutkan berdasarkan NIS dari terkecil ke terbesar
📌 Mengurutkan berdasarkan nilai tertinggi ke terendah
➡️ Pengurutan
dapat dilakukan pada satu atau lebih field.
Manfaat
Mengurutkan Data
- Data lebih rapi dan mudah dibaca
- Mempermudah pencarian informasi
- Membantu analisis dan perbandingan data
- Mendukung pembuatan laporan
c.
Menggabungkan Perhitungan dan Pengurutan Data
Dalam praktik,
query sering digunakan untuk menghitung dan sekaligus mengurutkan data.
📌 Contoh
penerapan:
- Menghitung jumlah siswa per jurusan lalu
diurutkan berdasarkan jumlah terbanyak
- Menghitung jumlah siswa per kelas dan
menampilkannya secara berurutan
➡️ Hal ini
melatih kemampuan analisis data (HOTS) karena pengguna harus:
- Menentukan field yang dihitung
- Menentukan kriteria
- Menentukan urutan data yang tepat
Peran Query
dalam Pengolahan Data
Dengan
menggunakan query untuk menghitung dan mengurutkan data, pengguna dapat:
- Mengubah data mentah menjadi informasi
statistik
- Menyajikan data secara sistematis
- Menghemat waktu dan tenaga
- Menghasilkan laporan yang akurat
6. Pengolahan
Data dengan Fungsi dan Agregasi
Pengertian
Fungsi dan Agregasi
Fungsi agregasi
adalah fungsi dalam basis data yang digunakan untuk melakukan perhitungan
terhadap sekumpulan data dan menghasilkan satu nilai ringkasan.
Pengolahan data dengan fungsi dan agregasi bertujuan untuk menganalisis data
mentah sehingga menjadi informasi statistik yang bermakna.
Fungsi agregasi
umum meliputi:
a. Menghitung
Jumlah Data (COUNT)
Pengertian
Fungsi COUNT
digunakan untuk menghitung jumlah record dalam sebuah tabel atau jumlah
data yang memenuhi kriteria tertentu.
Contoh
Penerapan
- Menghitung jumlah seluruh siswa
- Menghitung jumlah siswa per kelas
- Menghitung jumlah siswa per jurusan
📌 Manfaat:
- Mengetahui total data
- Menyusun laporan statistik
- Mendukung pengambilan keputusan
b. Menghitung
Nilai Rata-Rata (AVG)
Pengertian
Fungsi AVG
digunakan untuk menghitung nilai rata-rata dari sekumpulan data numerik.
Contoh
Penerapan
- Menghitung rata-rata nilai ujian siswa
- Mengetahui rata-rata nilai per kelas
📌 Manfaat:
- Mengukur tingkat pencapaian
- Membandingkan performa antar kelas
c. Menentukan
Nilai Tertinggi dan Terendah (MAX dan MIN)
Pengertian
- MAX digunakan untuk mencari nilai
tertinggi
- MIN digunakan untuk mencari nilai
terendah
Contoh
Penerapan
- Mengetahui nilai ujian tertinggi
- Mengetahui nilai terendah siswa
📌 Manfaat:
- Mengidentifikasi pencapaian terbaik
- Menentukan batas nilai minimum
d.
Mengelompokkan Data (GROUP BY)
Pengertian
GROUP BY digunakan
untuk mengelompokkan data berdasarkan field tertentu, sehingga fungsi
agregasi dapat diterapkan pada setiap kelompok.
Contoh
Pengelompokan
- Mengelompokkan siswa berdasarkan kelas
- Mengelompokkan siswa berdasarkan jurusan
📌 Manfaat:
- Menghasilkan informasi per kelompok
- Memudahkan analisis data berskala besar
e. Studi Kasus
Pengolahan Data
1. Studi Kasus
1: Rata-Rata Nilai per Kelas
Masalah:
Sekolah ingin mengetahui rata-rata nilai siswa di setiap kelas.
Analisis:
- Data nilai siswa dikumpulkan
- Data dikelompokkan berdasarkan kelas
- Dihitung rata-rata nilai tiap kelompok
Hasil Informasi:
- Rata-rata nilai kelas X
- Rata-rata nilai kelas XI
- Rata-rata nilai kelas XII
➡️ Informasi ini
digunakan untuk mengevaluasi kinerja pembelajaran.
2. Studi Kasus
2: Jumlah Siswa per Jurusan
Masalah:
Sekolah ingin mengetahui jumlah siswa di setiap jurusan.
Analisis:
- Data siswa dikelompokkan berdasarkan
jurusan
- Jumlah siswa dihitung pada tiap jurusan
Hasil Informasi:
- Jumlah siswa jurusan RPL
- Jumlah siswa jurusan AKL
- Jumlah siswa jurusan BDP
➡️ Informasi ini
digunakan untuk perencanaan kelas dan guru.
Pengembangan
HOTS
Materi fungsi
dan agregasi melatih siswa untuk:
- Menganalisis kebutuhan informasi
- Menentukan fungsi agregasi yang tepat
- Mengelompokkan data secara logis
- Menarik kesimpulan dari hasil pengolahan
data
Kesimpulan
Pengolahan data
dengan fungsi dan agregasi memungkinkan pengguna mengubah data mentah
menjadi informasi statistik yang bernilai. Dengan memanfaatkan COUNT,
AVG, MAX, MIN, dan GROUP BY, data dapat dianalisis secara sistematis untuk
mendukung pengambilan keputusan yang tepat dalam sistem informasi
sekolah, perkantoran, maupun dunia industri.
F. Penyajian Data Menjadi Informasi
1. Pengertian
Penyajian Data Menjadi Informasi
Penyajian data
menjadi informasi adalah proses menampilkan hasil pengolahan data dalam
bentuk yang terstruktur, ringkas, dan mudah dipahami, sehingga data
mentah dapat memberikan makna dan manfaat bagi pengguna, terutama
untuk analisis dan pengambilan keputusan.
2. Menampilkan
Hasil Pengolahan Data
Setelah data
dikumpulkan dan diolah (melalui perhitungan, pengelompokan, peringkasan, atau
analisis), hasilnya perlu ditampilkan agar dapat dipahami.
Tujuan
menampilkan hasil pengolahan data:
- Memudahkan pemahaman data
- Menunjukkan pola, tren, atau perbandingan
- Menghindari kesalahan interpretasi
- Menjadi dasar pengambilan keputusan
Contoh hasil
pengolahan data:
- Rata-rata nilai siswa
- Persentase kelulusan
- Jumlah penjualan per bulan
- Tren kenaikan atau penurunan suatu data
3. Membuat
Laporan (Report)
a. Pengertian
Laporan
Laporan
(report) adalah dokumen tertulis yang berisi hasil pengolahan dan
penyajian data yang disusun secara sistematis untuk tujuan tertentu.
b. Fungsi
Laporan
- Menyampaikan informasi
- Mendokumentasikan hasil kegiatan
- Menjadi alat evaluasi
- Mendukung pengambilan keputusan
c. Unsur
Laporan
Umumnya laporan
memuat:
- Pendahuluan (latar belakang dan tujuan)
- Metode pengolahan data
- Penyajian data (tabel/grafik)
- Analisis dan pembahasan
- Kesimpulan dan rekomendasi
4. Penyajian
Data dalam Berbagai Bentuk
a. Penyajian
Data dalam Tabel
Tabel menyajikan
data dalam bentuk baris dan kolom.
Kelebihan
tabel:
- Data tersaji rapi dan sistematis
- Mudah dibaca secara detail
- Cocok untuk data numerik dan kategoris
Contoh
penggunaan:
- Daftar nilai siswa
- Rekap absensi
- Data penjualan per hari
b. Penyajian
Data dalam Grafik/Diagram
Grafik atau
diagram menyajikan data dalam bentuk visual.
Jenis
grafik/diagram yang umum:
- Diagram batang (perbandingan)
- Diagram garis (tren dari waktu ke waktu)
- Diagram lingkaran (persentase)
- Diagram histogram (distribusi data)
Kelebihan
grafik/diagram:
- Lebih menarik secara visual
- Memudahkan melihat pola dan tren
- Mempercepat pemahaman informasi
5. Peran
Laporan dalam Pengambilan Keputusan
Laporan
memiliki peran sangat penting dalam pengambilan keputusan karena:
- Menyediakan informasi yang akurat dan
terstruktur
- Mengurangi keputusan berdasarkan asumsi
- Menjadi dasar perencanaan dan evaluasi
- Membantu memilih alternatif terbaik
Contoh:
- Kepala sekolah menggunakan laporan nilai
untuk menentukan program remedial
- Manajer menggunakan laporan penjualan
untuk menentukan strategi pemasaran
- Pemerintah menggunakan laporan statistik
untuk membuat kebijakan
6. Kesimpulan
Penyajian data
menjadi informasi merupakan tahap penting dalam pengolahan data. Melalui tabel,
grafik, dan laporan, data mentah diubah menjadi informasi yang bermakna dan
berguna. Laporan yang baik akan sangat membantu dalam analisis, evaluasi,
dan pengambilan keputusan yang tepat.
G. Pengolahan
Data Multi-Tabel.
1. Pengertian
Pengolahan Data Multi-Tabel
Pengolahan data
multi-tabel adalah proses mengolah dan menggabungkan data yang tersimpan dalam lebih
dari satu tabel untuk memperoleh informasi yang utuh dan bermakna.
Dalam basis data relasional, satu tabel biasanya tidak berdiri sendiri,
melainkan saling terhubung dengan tabel lain.
Contoh:
- Data siswa disimpan di tabel siswa
- Data nilai disimpan di tabel nilai
Keduanya dihubungkan melalui suatu relasi
2. Relasi Antar
Tabel
a. Pengertian
Relasi
Relasi antar
tabel adalah hubungan logis antara dua tabel atau lebih yang dibentuk
melalui kunci (key).
b. Jenis Kunci
- Primary Key (PK)
Kunci utama yang bersifat unik pada suatu tabel
Contoh: id_siswa pada tabel siswa
- Foreign Key (FK)
Kunci tamu yang mengacu pada primary key tabel lain
Contoh: id_siswa pada tabel nilai
c. Jenis Relasi
- One to One (1:1)
Satu data berhubungan dengan satu data
- One to Many (1:M)
Satu data berhubungan dengan banyak data
Contoh: satu siswa memiliki banyak nilai
- Many to Many (M:M)
Banyak data saling berhubungan (perlu tabel penghubung)
3. Join
Sederhana (INNER JOIN)
a. Pengertian
INNER JOIN
INNER JOIN adalah
perintah untuk menggabungkan dua tabel berdasarkan kolom yang memiliki
hubungan, dan hanya menampilkan data yang memiliki kecocokan di
kedua tabel.
Artinya:
- Data yang tidak memiliki pasangan tidak
ditampilkan
b. Fungsi INNER
JOIN
- Menggabungkan data dari beberapa tabel
- Menampilkan informasi lengkap
- Menghindari duplikasi data
4. Studi Kasus
Pengolahan Data Multi-Tabel
a. Struktur
Tabel
1) Tabel Siswa
|
id_siswa
|
nama_siswa
|
kelas
|
|
1
|
Ahmad
|
X-A
|
|
2
|
Siti
|
X-B
|
Primary Key: id_siswa
2) Tabel Nilai
|
id_nilai
|
id_siswa
|
mata_pelajaran
|
nilai
|
|
1
|
1
|
Matematika
|
85
|
|
2
|
1
|
Bahasa
Indonesia
|
88
|
|
3
|
2
|
Matematika
|
90
|
Foreign Key: id_siswa
(mengacu ke tabel siswa)
b. Relasi Antar
Tabel
- Tabel siswa ↔ tabel nilai
- Relasi One to Many (1:M)
- Dihubungkan melalui kolom id_siswa
c. Menampilkan
Nama Siswa Beserta Nilai
Untuk
menampilkan nama siswa beserta nilai mata pelajaran, digunakan INNER
JOIN.
Contoh hasil
yang diharapkan:
|
nama_siswa
|
mata_pelajaran
|
nilai
|
|
Ahmad
|
Matematika
|
85
|
|
Ahmad
|
Bahasa
Indonesia
|
88
|
|
Siti
|
Matematika
|
90
|
Proses
logikanya:
- Sistem mencocokkan id_siswa pada tabel
siswa dan tabel nilai
- Data yang cocok digabungkan
- Ditampilkan sebagai satu kesatuan
informasi
5. Manfaat
Pengolahan Data Multi-Tabel
- Data tersimpan lebih terstruktur
- Menghindari pengulangan data
- Mempermudah pemeliharaan database
- Menyajikan informasi lebih lengkap dan
akurat
6. Kesimpulan
Pengolahan data
multi-tabel memungkinkan penggabungan data dari beberapa tabel melalui relasi
antar tabel. Dengan menggunakan INNER JOIN, data yang saling
berhubungan dapat ditampilkan secara terpadu. Studi kasus tabel siswa dan tabel
nilai menunjukkan bagaimana relasi dan join digunakan untuk menampilkan nama
siswa beserta nilai secara efektif.
H. Validasi dan Keakuratan Data
1. Pengertian
Validasi dan Keakuratan Data
Validasi data adalah proses
memastikan bahwa data yang dimasukkan ke dalam sistem sesuai dengan aturan,
format, dan batasan yang telah ditetapkan.
Keakuratan data berarti data tersebut benar, tepat, dan mencerminkan
kondisi sebenarnya.
Validasi dan
keakuratan data sangat penting karena kualitas informasi sangat bergantung
pada kualitas data yang digunakan.
2. Pentingnya
Data Valid
Data yang valid
memiliki peran penting dalam sistem informasi karena:
- Menjamin informasi yang dihasilkan dapat
dipercaya
- Menghindari kesalahan analisis dan
kesimpulan
- Mendukung pengambilan keputusan yang tepat
- Meningkatkan efisiensi dan keandalan
sistem
Sebaliknya,
data yang tidak valid dapat menimbulkan informasi yang menyesatkan dan
merugikan.
3. Aturan dalam
Validasi Data
a. Primary Key
Primary key adalah kunci
utama yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap record secara unik dalam
sebuah tabel.
Aturan primary
key:
- Tidak boleh sama (unik)
- Tidak boleh kosong (NULL)
- Hanya satu primary key dalam satu tabel
Fungsi:
- Mencegah duplikasi data
- Memudahkan pencarian data
- Menjaga konsistensi database
Contoh:
id_siswa sebagai primary key pada tabel siswa
b. Tipe Data
Tipe data menentukan
jenis nilai yang dapat disimpan dalam suatu kolom.
Contoh tipe
data:
- Integer (angka bulat)
- Varchar (teks)
- Date (tanggal)
- Float/Decimal (angka pecahan)
Tujuan
pengaturan tipe data:
- Mencegah kesalahan input
- Mempermudah proses perhitungan
- Menjaga konsistensi data
Contoh
kesalahan:
- Nilai huruf dimasukkan ke kolom angka
- Tanggal disimpan dalam format teks
c. Tidak Boleh
Kosong (NOT NULL)
Aturan NOT
NULL memastikan bahwa suatu kolom wajib diisi dan tidak boleh
dibiarkan kosong.
Fungsi NOT
NULL:
- Menjamin kelengkapan data
- Menghindari informasi yang tidak utuh
- Menjaga kualitas laporan
Contoh:
- Nama siswa tidak boleh kosong
- Nilai ujian harus diisi
4. Dampak
Kesalahan Data terhadap Informasi
Kesalahan data
akan berdampak langsung pada kualitas informasi yang dihasilkan.
Dampak negatif
kesalahan data:
- Informasi menjadi tidak akurat
- Laporan menyesatkan
- Keputusan menjadi salah
- Kerugian waktu, biaya, dan sumber daya
Contoh:
- Nilai siswa salah input → siswa tidak
lulus secara keliru
- Data penjualan tidak lengkap → strategi
bisnis menjadi tidak tepat
- Data ganda → laporan jumlah menjadi
berlebihan
5. Kesimpulan
Validasi dan
keakuratan data merupakan fondasi utama dalam sistem informasi. Dengan
menerapkan aturan seperti primary key, tipe data yang tepat, dan NOT
NULL, kualitas data dapat dijaga. Data yang valid akan menghasilkan
informasi yang akurat, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang benar
dan bertanggung jawab.
I. Keamanan Data dalam Pengolahan
1. Pengertian
Keamanan Data dalam Pengolahan
Keamanan data
dalam pengolahan adalah upaya untuk melindungi data dari akses tidak sah,
perubahan yang tidak diinginkan, kehilangan, dan kerusakan, khususnya saat
data sedang diproses (input, update, maupun delete).
Keamanan data
bertujuan menjaga:
- Kerahasiaan
(confidentiality)
- Keutuhan (integrity)
- Ketersediaan
(availability)
2. Hak Akses
Pengguna
a. Pengertian
Hak Akses
Hak akses
pengguna adalah pembagian kewenangan kepada setiap pengguna sistem
sesuai dengan perannya.
b. Jenis Hak
Akses
- Administrator
Akses penuh (mengelola pengguna, data, dan sistem)
- Operator
Menginput dan memperbarui data tertentu
- User/Pengguna biasa
Hanya melihat (read-only)
c. Manfaat
Pengaturan Hak Akses
- Mencegah penyalahgunaan data
- Mengurangi risiko kesalahan
- Menjaga kerahasiaan informasi penting
3. Pembatasan
Pengeditan Data
Pembatasan
pengeditan data adalah pengaturan agar tidak semua data dapat diubah oleh
semua pengguna.
Bentuk
Pembatasan:
- Data tertentu hanya bisa dibaca
(read-only)
- Edit hanya diperbolehkan pada kolom
tertentu
- Waktu pengeditan dibatasi
- Persetujuan (approval) sebelum perubahan
disimpan
Manfaat:
- Menjaga konsistensi data
- Menghindari perubahan data yang tidak sah
- Melindungi data historis
4. Backup Data
Sebelum Pengolahan
a. Pengertian
Backup Data
Backup data
adalah proses menyalin data ke media lain sebagai cadangan sebelum
dilakukan pengolahan, update, atau delete.
b. Tujuan
Backup
- Mengantisipasi kesalahan pengolahan
- Mencegah kehilangan data
- Memungkinkan pemulihan data (restore)
c. Jenis Backup
- Backup harian
- Backup mingguan
- Backup otomatis dan manual
Backup sangat
penting terutama sebelum:
- Update data dalam jumlah besar
- Penghapusan data
- Perubahan struktur tabel
5. Risiko
Kesalahan saat Update dan Delete
a. Risiko saat
Update
- Data berubah menjadi tidak akurat
- Kesalahan input massal
- Menimpa data penting tanpa disadari
b. Risiko saat
Delete
- Data terhapus permanen
- Hilangnya data yang masih dibutuhkan
- Rusaknya relasi antar tabel
c. Dampak
Kesalahan
- Informasi menjadi tidak lengkap
- Laporan tidak dapat digunakan
- Kerugian operasional dan waktu
- Menurunnya kepercayaan pengguna
6. Upaya
Pencegahan Risiko
- Penerapan hak akses yang jelas
- Pembatasan pengeditan data
- Melakukan backup sebelum pengolahan
- Verifikasi ulang sebelum update dan delete
- Menggunakan log aktivitas (audit trail)
7. Kesimpulan
Keamanan data
dalam pengolahan merupakan aspek krusial dalam sistem informasi. Dengan
mengatur hak akses pengguna, membatasi pengeditan data, melakukan
backup sebelum pengolahan, serta memahami risiko update dan delete,
data dapat terlindungi dari kesalahan dan penyalahgunaan. Keamanan yang baik
akan menjaga kualitas data dan keandalan informasi.
J. Studi
Kasus Penerapan Pengolahan Data
1. Pengertian
Studi Kasus Penerapan
Studi kasus
penerapan adalah kegiatan pembelajaran yang mengajak peserta didik menerapkan
konsep pengolahan data pada permasalahan nyata. Melalui studi kasus, siswa
tidak hanya memahami teori, tetapi juga menganalisis, mengolah, dan menarik
kesimpulan dari data yang tersedia.
2. Contoh Tema
Studi Kasus
A. Pengolahan
Data Nilai Siswa
Deskripsi
kasus:
Sekolah ingin mengetahui nilai siswa untuk menentukan kelulusan dan program
remedial.
Data yang
dibutuhkan:
- Data siswa (id, nama, kelas)
- Data nilai (mata pelajaran, nilai)
Hasil
pengolahan:
- Nilai rata-rata siswa
- Daftar siswa lulus dan tidak lulus
- Rekap nilai per kelas
B. Pengolahan
Data Absensi
Deskripsi
kasus:
Sekolah ingin memantau kehadiran siswa selama satu semester.
Data yang
dibutuhkan:
- Data siswa
- Data absensi (tanggal, status hadir)
Hasil
pengolahan:
- Persentase kehadiran
- Daftar siswa sering absen
- Rekap kehadiran per bulan
C. Pengolahan
Data Stok Barang
Deskripsi
kasus:
Toko ingin memastikan stok barang selalu tersedia dan tidak berlebihan.
Data yang
dibutuhkan:
- Data barang (kode, nama, stok)
- Data barang masuk dan keluar
Hasil
pengolahan:
- Sisa stok barang
- Barang yang harus dipesan ulang
- Laporan persediaan
D. Pengolahan
Data Transaksi Sederhana
Deskripsi
kasus:
Pemilik usaha kecil ingin mengetahui total penjualan dan keuntungan harian.
Data yang
dibutuhkan:
- Data produk
- Data transaksi (tanggal, jumlah, harga)
Hasil
pengolahan:
- Total transaksi per hari
- Total pendapatan
- Produk terlaris
3. Aktivitas
HOTS dalam Studi Kasus
A. Menganalisis
Kebutuhan Data
Peserta didik
diminta:
- Mengidentifikasi data apa saja yang
diperlukan
- Menentukan tabel yang dibutuhkan
- Menentukan relasi antar tabel
Contoh HOTS:
Mengapa data absensi perlu disimpan per tanggal, bukan hanya jumlah kehadiran?
B. Menentukan
Query yang Tepat
Peserta didik
menentukan cara pengolahan data untuk memperoleh informasi.
Contoh
aktivitas:
- Menentukan data mana yang perlu digabung
(JOIN)
- Menentukan kriteria (WHERE)
- Menentukan pengelompokan (GROUP BY)
Contoh HOTS:
Query apa yang digunakan untuk menampilkan siswa dengan kehadiran di bawah 75%?
C. Menarik
Kesimpulan dari Hasil Pengolahan
Peserta didik
menganalisis hasil pengolahan data untuk membuat keputusan.
Contoh
kesimpulan:
- Siswa A perlu mengikuti remedial
- Stok barang B harus segera ditambah
- Produk C merupakan produk paling laris
Contoh HOTS:
Apa dampak jika keputusan diambil tanpa mempertimbangkan hasil pengolahan data?
4. Keterkaitan
Studi Kasus dengan Pengambilan Keputusan
Melalui studi
kasus:
- Data diubah menjadi informasi
- Informasi menjadi dasar keputusan
- Keputusan memengaruhi tindakan nyata
Hal ini melatih
kemampuan:
- Berpikir kritis
- Pemecahan masalah
- Pengambilan keputusan berbasis data
5. Kesimpulan
Studi kasus
penerapan pengolahan data membantu peserta didik memahami penggunaan data dalam
kehidupan nyata. Dengan tema seperti nilai siswa, absensi, stok barang, dan
transaksi, serta aktivitas HOTS seperti analisis kebutuhan data,
penentuan query, dan penarikan kesimpulan, pembelajaran menjadi lebih
bermakna dan aplikatif.
Latihan
A. Konsep
Pengolahan Data & Alur Data (No. 1–6)
1. Sekolah
memiliki data nilai mentah siswa berupa angka-angka tanpa keterangan. Agar data
tersebut dapat digunakan untuk menentukan program remedial, langkah paling
tepat adalah …
A. Menyimpan data mentah ke dalam tabel
B. Mengurutkan data berdasarkan NIS
C. Mengolah data menjadi rata-rata dan kategori kelulusan
D. Menghapus data yang nilainya rendah
E. Menyalin data ke media lain
2. Perbedaan
utama antara data dan informasi dalam sistem basis data terletak pada …
A. Bentuk penyimpanannya
B. Jumlah data yang dimiliki
C. Tingkat keamanan data
D. Makna dan kegunaannya untuk pengambilan keputusan
E. Media yang digunakan
3. Jika sebuah
sekolah masih menghitung nilai siswa secara manual, risiko terbesar yang
mungkin terjadi adalah …
A. Data sulit disimpan
B. Informasi tidak dapat dicetak
C. Tingginya kesalahan perhitungan dan keterlambatan informasi
D. Data tidak dapat dihapus
E. Data tidak bisa diurutkan
4. Manakah
kondisi berikut yang menunjukkan data belum menjadi informasi?
A. Rata-rata nilai kelas X adalah 82
B. Jumlah siswa lulus 90%
C. Daftar nilai: 70, 80, 85
D. Grafik tren nilai semester
E. Laporan evaluasi hasil belajar
5. Tujuan utama
pengolahan data dalam sistem informasi adalah …
A. Menyimpan data sebanyak mungkin
B. Mengurangi ukuran basis data
C. Menghasilkan informasi yang akurat untuk keputusan
D. Menghilangkan data lama
E. Membatasi akses pengguna
6. Alur
pengolahan data yang benar dalam basis data adalah …
A. Informasi → Data → Proses
B. Data → Informasi → Proses
C. Data mentah → Proses → Informasi
D. Proses → Data → Informasi
E. Informasi → Proses → Data
B. Operasi CRUD
& DML (No. 7–14)
7. Seorang
operator menambahkan satu data siswa baru ke tabel. Operasi ini termasuk
kategori …
A. Read
B. Update
C. Delete
D. Create
E. Select
8. Mengapa
perintah WHERE sangat penting pada operasi UPDATE?
A. Agar data bisa ditampilkan
B. Agar data bisa dihapus
C. Agar perubahan hanya mengenai data tertentu
D. Agar query berjalan lebih cepat
E. Agar struktur tabel tidak berubah
9. Jika perintah
DELETE FROM siswa; dijalankan tanpa WHERE, dampak yang paling mungkin terjadi
adalah …
A. Data terakhir saja yang terhapus
B. Data yang kosong terhapus
C. Seluruh data dalam tabel terhapus
D. Struktur tabel rusak
E. Database otomatis ter-backup
10. Query yang
paling tepat untuk menampilkan siswa kelas X jurusan RPL adalah …
A. SELECT * FROM siswa
B. SELECT * FROM siswa WHERE kelas = 'X'
C. SELECT * FROM siswa WHERE jurusan = 'RPL'
D. SELECT * FROM siswa WHERE kelas = 'X' AND jurusan = 'RPL'
E. SELECT kelas, jurusan FROM siswa
11. Aktivitas HOTS
pada penggunaan SELECT terlihat saat siswa …
A. Menghafal sintaks SQL
B. Menentukan field dan kondisi sesuai kebutuhan informasi
C. Menjalankan query tanpa analisis
D. Menyalin query dari buku
E. Menghapus data
12. Operasi CRUD
yang paling berisiko jika dilakukan tanpa analisis adalah …
A. Create
B. Read
C. Update dan Delete
D. Select
E. Insert
13. Perintah DML
yang berfungsi menampilkan data tanpa mengubah isi tabel adalah …
A. INSERT
B. UPDATE
C. DELETE
D. SELECT
E. DROP
14. Mengurutkan
data siswa dari NIS terbesar ke terkecil membutuhkan klausa …
A. WHERE
B. GROUP BY
C. LIKE
D. ORDER BY DESC
E. COUNT
C. Query,
Agregasi, dan Analisis Data (No. 15–22)
15. Jika sekolah
ingin mengetahui jumlah siswa per jurusan, maka kombinasi perintah yang tepat
adalah …
A. SELECT dan WHERE
B. SELECT dan ORDER BY
C. COUNT dan GROUP BY
D. UPDATE dan COUNT
E. DELETE dan GROUP BY
16. Fungsi AVG
paling tepat digunakan untuk …
A. Mengetahui nilai tertinggi
B. Mengetahui nilai terendah
C. Menghitung jumlah siswa
D. Menghitung nilai rata-rata
E. Mengurutkan nilai
17. Mengapa GROUP
BY penting dalam pengolahan data skala besar?
A. Mempercepat input data
B. Menggabungkan tabel
C. Mengelompokkan data untuk analisis per kategori
D. Menghapus data ganda
E. Menjaga keamanan data
18. Query yang
digunakan untuk menampilkan siswa dengan nama diawali huruf “A” menunjukkan
penggunaan …
A. COUNT
B. AVG
C. LIKE
D. GROUP BY
E. MAX
19. Jika hasil
query menampilkan “rata-rata nilai kelas X = 85”, maka data tersebut telah
berubah menjadi …
A. Data mentah
B. Informasi
C. Metadata
D. Arsip
E. Backup
20. Analisis
kebutuhan data termasuk aktivitas HOTS karena …
A. Menghafal tabel
B. Menentukan data apa yang relevan dengan tujuan
C. Menyalin data
D. Menghapus data lama
E. Menyimpan data
21. Menentukan
fungsi agregasi yang tepat mencerminkan kemampuan …
A. Mengingat
B. Memahami
C. Menganalisis
D. Menyalin
E. Menghafal
22. Kesalahan
memilih fungsi agregasi akan berdampak pada …
A. Kecepatan komputer
B. Tampilan tabel
C. Keakuratan informasi
D. Hak akses pengguna
E. Struktur database
D. Penyajian
Data & Laporan (No. 23–28)
23. Penyajian data
dalam bentuk grafik paling tepat digunakan ketika tujuan utama adalah …
A. Menampilkan detail angka
B. Menyimpan data
C. Menunjukkan tren dan perbandingan
D. Mengedit data
E. Menghapus data
24. Laporan nilai
siswa berperan penting bagi kepala sekolah karena …
A. Sebagai arsip semata
B. Untuk menghias dokumen
C. Menjadi dasar pengambilan keputusan akademik
D. Untuk memperbanyak data
E. Mengurangi jumlah siswa
25. Jika data
disajikan tanpa analisis, maka risiko yang mungkin terjadi adalah …
A. Informasi terlalu cepat
B. Informasi menyesatkan
C. Data tidak bisa dicetak
D. Database rusak
E. Sistem error
26. Unsur laporan
yang berfungsi memberikan saran tindak lanjut adalah …
A. Pendahuluan
B. Metode
C. Penyajian data
D. Kesimpulan dan rekomendasi
E. Lampiran
27. Mengapa tabel
cocok untuk laporan detail nilai siswa?
A. Lebih menarik secara visual
B. Mudah dicetak berwarna
C. Menyajikan data secara rinci dan sistematis
D. Menghemat memori
E. Mengurangi data
28. Laporan yang
baik harus bersifat …
A. Panjang dan detail
B. Singkat tanpa data
C. Akurat, relevan, dan sistematis
D. Banyak grafik
E. Tanpa kesimpulan
E. Multi-Tabel,
Validasi, Keamanan & Studi Kasus (No. 29–40)
29. Relasi antara
tabel siswa dan tabel nilai adalah …
A. One to One
B. One to Many
C. Many to One
D. Many to Many
E. Tanpa relasi
30. INNER JOIN
hanya menampilkan data yang …
A. Ada di tabel pertama
B. Ada di tabel kedua
C. Cocok di kedua tabel
D. Tidak memiliki relasi
E. Kosong
31. Tujuan utama
penggunaan foreign key adalah …
A. Mempercepat query
B. Menjaga konsistensi antar tabel
C. Menghapus data otomatis
D. Menggandakan data
E. Menyembunyikan data
32. Primary key
tidak boleh bernilai NULL karena …
A. Menghemat memori
B. Mempermudah input
C. Setiap data harus dapat diidentifikasi unik
D. Agar bisa dihapus
E. Agar bisa diubah
33. Kesalahan tipe
data paling berpotensi menyebabkan …
A. Data ganda
B. Kesalahan perhitungan
C. Kehilangan hak akses
D. Database terkunci
E. Query tidak bisa dibuat
34. Dampak utama
data tidak valid terhadap informasi adalah …
A. Tampilan kurang menarik
B. Informasi tidak akurat dan menyesatkan
C. Data sulit disimpan
D. Query lebih lambat
E. Database penuh
35. Pembatasan hak
akses bertujuan utama untuk …
A. Mempercepat sistem
B. Membatasi pengguna
C. Menjaga keamanan dan keutuhan data
D. Menghapus data lama
E. Mengganti struktur tabel
36. Backup data
sangat penting dilakukan sebelum UPDATE massal karena …
A. Agar query berjalan cepat
B. Agar data lama bisa dipulihkan jika terjadi kesalahan
C. Agar data bertambah
D. Agar tabel kosong
E. Agar user bisa login
37. Risiko
terbesar dari DELETE tanpa analisis adalah …
A. Data menjadi lambat
B. Data terhapus permanen
C. Data menjadi ganda
D. Data otomatis kembali
E. Database terkunci
38. Dalam studi
kasus stok barang, keputusan pemesanan ulang didasarkan pada …
A. Data mentah
B. Backup data
C. Hasil pengolahan data stok
D. Jumlah tabel
E. Hak akses
39. Aktivitas
menarik kesimpulan dari hasil query termasuk level kognitif …
A. Mengingat
B. Memahami
C. Menerapkan
D. Menganalisis dan mengevaluasi
E. Menyalin
40. Jika keputusan
diambil tanpa mempertimbangkan hasil pengolahan data, dampak paling mungkin
adalah …
A. Keputusan lebih cepat
B. Keputusan berbasis fakta
C. Keputusan berisiko salah
D. Database lebih aman
E. Sistem lebih stabil
PELENGKAP
Basis Data Menggunakan Microsoft Acess 2016 dapat diakses dari link berikut:
https://drive.google.com/file/d/1wqO9pCzHGLJsK4tV3Ijs2I96Gw1i3ts_/view?usp=sharing